Lebah tidak pernah mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun, tidak mengenyam ilmu, tidak kuliah, les privat, atau apa pun itu yang membuatnya memiliki teladan yang baik. Kesempurnaan sifat yang dimilikinya menjadikan lebah paripurna.

Berbeda dengan manusia, yang diciptakan dari setitik air hina dan tidak seharusnya manusia memiliki rasa sombong. Hal ini telah disebutkan dalam Al-Quran pada surah Yasin ayat 77:

 

 

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ

Artinya:

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata? (Q. S. Yasin : 77).

Sungguh manusia itu hina, dan hanya karena akalnya lah yang membuat manusia mulia. Dalam tahapan kehidupan, Al-Quran menyebut manusia dengan beragam kata, yakni al-basyar, al-insan, dan an-naas. Manusia disebut al-basyar karena mengacu pada bentuk fisik manusia, disebut al-insan karena menunjukkan makhluk berakal, dan disebut an-naas karena termasuk satu bahasan khususnya dalam kehidupan sosial.

Oleh karena itu, manusia harus memiliki sifat-sifat teladan seperti yang dicontohkan oleh lebah yang tentunya tidak memiliki akal apalagi mendapatkan pendidikan atau pelatihan. Berikut merupakan sifat dan karakter lebah yang harus dimiliki setiap mukmin:

  1. Gotong Royong Dalam Melakukan Suatu Pekerjaan

Lebah selalu bahu membahu dalam melakukan suatu pekerjaan, seperti membuat sarang dan mencari makanan, lebah tidak hanya memikirkan dirinya sendiri namun memikirkan atas koloninya. Begitu pun setiap mukmin hendaknya selalu bahu membahu dalam melakukan kebajikan, bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk sesama mukmin lainnya.

  1. Tidak Pernah Mengganggu Namun Selalu Waspada

Lebah selalu waspada akan penganiayaan burung, padahal ia tidak pernah mengganggu mereka. Begitupun seorang mukmin, walaupun orang-orang mengganggu, menghina, dan menzhalimi, seorang mukmin tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

  1. Dianggap Hina Namun Sebenarnya Mulia

Lebah dianggap hina oleh semua jenis burung, namun apabila mereka tahu apa di dalam perut lebah dan mencicipinya, pasti mereka akan memuliakannya. Begitupun seorang mukmin, orang-orang bodoh yang menganggap hina dan kecil di mata mereka, apabila mereka mengetahui apa di dalam hati seorang mukmin berupa keindahan iman, pasti mereka rela menjadi tanah tempat kakinya berpijak.

  1. Tidak Berhenti Bekerja

Saat malam tiba, semua burung masuk ke sarangnya untuk beristirahat. Sedangkan lebah lebih banyak bekerja di malam hari daripada di siang hari. Demikian pula seorang mukmin, di waktu malam ketika orang-orang beristirahat dan tidur, seorang mukmin bangkit untuk menunaikan shalat malam lalu bermunajat kepada Allah SWT serta mengadukan segala persoalan kepada-Nya.

  1. Bekerja Secara Sembunyi-Sembunyi

Lebah selalu bekerja secara sembunyi-sembunyi tanpa orang lain tahu dan hanya menikmati hasilnya saja. Demikian pula seorang mukmin, hendaklah menyembunyikan amalnya dari penglihatan orang lain, sehingga mereka hanya melihatnya ketika semua amal ditampakkan, yaitu pada hari kiamat.

  1. Tidak Pernah Merusak

Lebah hanya mengambil sesuatu yang ia butuhkan saja tanpa merusaknya. Begitupun seorang mukmin, hendaknya mengambil sesuatu yang membawanya pada kebaikan, baik bagi diri sendiri, agama, maupun orang di sekitarnya.

  1. Hinggap Di Tempat Bersih Dan Hanya Mengisap Yang Bersih

Lebah selalu menjauhi benda-benda kotor dan tidak hinggap di tempat-tempat kotor. Begitu pula manusia, ia selalu menjauhi kemaksiatan dan menjaga kesucian dirinya dari hal-hal yang diharamkan.

  1. Mengeluarkan Cairan Yang Beragam Manfaatnya

Dari perut lebah keluar berbagai cairan yang berbeda-beda warnanya, dan setiap cairan mempunyai manfaat tersendiri. Begitupun seorang mukmin, dari hatinya keluar kebaikan yang beragam, kebaikan yang keluar dari hatinya itu bisa berupa ilmu, kejujuran, nasihat, dan sebagainya.

  1. Mengeluarkan Kotoran Lewat Dubur Sedangkan Madu Lewat Mulut

Lebah mengeluarkan kotorannya melalui dubur, sedangkan madu dikeluarkannya melalui mulut. Begitu pula seorang mukmin, bacaan Al-Quran, dzikir, dan perkataan baik semuanya dikeluarkan melalui mulut, sedangkan hadats dan kotoran dikeluarkannya melalui qubul dan dubur.

  1. Mengambil, Mengeluarkan, Dan Memberi Yang Baik

Lebah hanya memakan yang baik, mengeluarkan yang baik, dan memberi makanan kepada yang lain dengan yang baik pula. Begitupun seorang mukmin, hendaknya mengonsumsi makanan yang baik dan halal serta ilmu yang diberikannya yang baik pula.

  1. Tidak Pernah Melukai Kecuali Diganggu

Jika ada orang yang mengusik lebah, mengganggu ketenangan dan kehidupannya dengan merusak sarangnya, lebah tidak akan tinggal diam, ia pasti menyengat orang usil itu. Sebaliknya, jika seseorang tidak mengusik dan mengganggu ketenangannya, lebah tidak akan berbuat apa-apa terhadapnya. Begitupun seorang mukmin dalam bersikap, terhadap orang yang melakukan kemungkaran dan tidak menunjukkan kemunafikan, seorang mukmin tidak akan menelisik jejaknya, namun jika ada ia tidak akan tinggal diam.

  1. Selalu Ada Di Tempat Yang Baik

Seperti yang selalu kita lihat, lebah selalu terbang di taman-taman bunga, di pinggir-pinggir sungai, atau mengitari tempat-tempat yang wangi. Demikian pula dengan seorang mukmin, yang selalu terlihat di majlis-majlis ilmu, di rumah para ulama, dan sebagainya.

  1. Teguh Pada Tujuan

Bila lebah hinggap pada sekuntum bunga, ia tidak akan beranjak hingga benar-benar kenyang mengisap sari bunga, bahkan lebah lebih memilih mati di taman bunga daripada pulang sebelum mendapatkan apa yang dicarinya. Seperti itu pula sikap seorang mukmin, ketika melakukan amal shaleh ia enggan berhenti sampai kematian menghentikannya.

  1. Makan Dari Jerih Payahnya Sendiri

Lebah selalu makan dari hasil jerih payahnya sendiri dan memberi yang lain dari jerih payahnya sendiri pula, bahkan ia tidak pernah melirik sesuatu yang bukan miliknya. Begitupun manusia, haruslah makan dan memberi dari hasil jerih payahnya sendiri juga tidak meminta-minta milik orang lain.

  1. Tunduk Pada Pimpinan

Lebah tidak bekerja menurut keinginan dan pendapatnya pribadi, melainkan berdasarkan petunjuk sang pemimpin, ia hanya mengikuti apa yang diperintahkan pemimpin koloninya. Begitupun manusia, hendaklah menjadi ma’mum yang patuh pada imamnya, ia tidak beramal menurut pendapatnya sendiri, melainkan mengikuti imam dan ulama yang terpercaya.

  1. Dianggap Kecil Namun Sebenarnya Besar

Lebah memang berukuran tubuh kecil dan sering dianggap hina, tetapi yang dihasilkan berkualitas tinggi, berharga mahal, dan berasa enak. Seperti itu pula seorang mukmin, mungkin ukuran tubuhnya kecil dan banyak orang yang menghina dan meremehkannya, namun kualitasnya haruslah tinggi dan amal perbuatannya berbobot.

  1. Tidak Pantang Menyerah

Lebah akan mati-matian mengejar siapapun yang mengambil barang miliknya, ke mana pun perginya pasti ia cegah. Ia tidak akan menyerahkan harta miliknya kepada siapapun kecuali terpaksa. Begitu pula seorang mukmin, demi kehormatan diri, agama, dan keluarga, ia rela mengorbankan harta dan jiwanya.

  1. Menciptakan Sesuatu Yang Paling Manis

Makanan paling manis di dunia adalah madu yang dihasilkan oleh lebah. Demikian pula halnya seorang mukmin, menghasilkan sesuatu paling manis, yaitu iman yang murni, ilmu yang bermanfaat, dan cinta yang suci.

  1. Tidak Mudah Terpancing

Semua burung sangat mudah terpancing oleh biji-bijian yang sengaja diletakkan dalam perangkap, namun tidak bagi lebah. Lebah hanya akan terpancing oleh sesuatu yang dia hasilkan yaitu madu. Demikian pula halnya dengan seorang mukmin yang tidak akan terpancing oleh nikmat duniawi, ia hanya akan terpancing oleh apa yang dimiliki Allah SWT yang berupa kebenaran, ilmu, dan hikmah.

  1. Dapat Tinggal Di Tempat Yang Telah Ditentukan Pemimpinnya

Apabila kawanan lebah dipindahkan dari suatu tempat ke tempat lain, mereka akan tinggal di tempat baru dengan nyaman. Seperti itu pula seorang mukmin, di mana dan kapan pun ia berada, ia dengan senang hati akan menjalaninya. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti air, mengalir dengan mudah ke mana saja selama di sana tidak ada hal-hal yang dilarang oleh agama atau hal-hal yang dapat mengurangi kadar keberagamaannya”.

Demikianlah dua puluh sifat teladan lebah yang patut dicontoh oleh setiap mukmin. Pada koloni lebah, tidak ada kata pemberontak, kerakusan, penghancur, atau yang sifatnya keburukan. Lebah selalu menampakkan sifat dermawan, solidaritas sosial, kerja keras, rela berkorban, dan kemandirian. Begitupun seorang mukmin, hendaklah mencerminkan sikap disiplin, profesionalitas, bermanfaat bagi sesama, dan ikhlas, sikap tersebut menjadi perilaku yang pantas diteladani bagi kita, manusia berakal.

 

Karya Tulis Ilmiah Nihai Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido.

Dinan Kiasati’s Author Of Scientific Papers.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WhatsApp Me