Asal-Usul Bilangan Dalam Al-Qur’an

Asal usus bilangan dalam Al-Qur’an terdapat pada surah Al-Muddatsir 30-31 :

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ ۝٣٠ وَمَاجَعَلْنَا اَصْحَابَ النَّارِ اِلَّا مَلَٓائِكَةً وَمَا جَعَلْنَاعِدَّتَهُمْ اِلًّا فِتْنَةً لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيَسْتَيْكِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكتِاَبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اِيْمًانًا وَلَايَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِى قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ وَالْكَافِرُوْنَ مَاذَا اَرَادَاللهُ بِهَاذَا مَثَلًا كَذَالِكَ يُضِلُّ اللهُ مَنْ يَّشَاءُ وَيَهْدِ مَنْ يَّشَاءُ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّاهُوَ وَمَا هِيَ اِلَّاذِكْرَ لِلْبَشَرِ۝۳۱

      “Dan di atasnya ada sembilan belas ( Malaikat penjaga ). Dan tiada kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat dan tidaklah kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imanya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir ( mengatakan ) : “ Apakah yang di kehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan ?”. Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri, dan saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.( QS. Al-Muddatsir : 30-31 )

Sebuah Riwayat yang dikeluarkan oleh Al-Suddi bahwasanya seorang warga suku Quraish bernama Abu Al-Arsyad berkata :

      “ wahai sekalian kaum Quraish, sesekali tidak akan membinasakan kalian jumlah sembilan belas Malaikat itu karena aku sendiri mampu memanggul dengan pundak kananku sepuluh orang dan dipundak kiriku sembilan orang.”

Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Kemudian, datang angka 0 sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui pasti siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan nol pertama kali ditemukan pada zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang tetapi pada zaman modern tidak hanya dipakai dalam bilangan tetapi dioperasikan dalam ilmu matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol itu membuat kekacauan logika.

Di dalam ayat tersebut terdapat kode matematika yang terkandung didalamnya karena setelah berabad-abad lamanya seorang sarjana dari Mesir bernama Rashad Khalifah berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Setelah melaksanakan penelitianya selama bertahun-tahun dengan bantuan komputer mendapati bilangan dengan angka 19 selalu berhubungan dengan Al-Qur’an.

Setelah demikian pada tahun 1976 telah didemonstrasikan di depan umum ketika diselenggarakanya Pameran Islam Sedunia di London tentang penemuan yang ia temui setalah bertahun-tahun ditelitinya.

Selain itu, ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang bilangan adalah QS. Al-Isra’ ayat 12 :

وَجَعَلْنَا الَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَيَتَيْنِ فَمَحَوْنَا ءَايَةً الَّيْلِ وَجَعَلْنَا ءَايَةً النَّهَارَ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوْا فَضْلًا مِنْ رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابِ وَكُلَّ شَيِءٍ فَصَلْنَاهُ تَفْصِيْلًا۝۱۲

“ Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda,lalu kami hapuskan tanda malam dan kami jadikan tanda itu terang, agar kamu mencari karunia Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah kami terangkan dengan jelas” ( QS. Al-Isra’: 12 )

24-10-2016 @Fakhroyy ~ Ujian Karya Tulis Ilmiah Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido

Kategori: Ujian

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me