Matematika Suatu Ilmu Pengetahuan Dasar

            Kata ilmu termasuk yang berkaitan dengan ‘alam (dunia) di dalam Al-Qur’an terdapat 750 kali pengulangan kata ini dan menempati urutan ke-3 setelah kata Allah dan Rabb yang diulang masing-masing sebanyak 2.800 dan 950 kali. Kata ilmu pun bergaris besar mengenai pengetahuan atau kepandaian, baik yang termasuk jenis kebatinan, maupun yang berkenaan dengan keadaan alam. Ilmu sebagaimana didefinisikan Oxford English Dictionary memiliki tiga pengertian, yaitu:

  1. Informasi dan kecakapan yang diperoleh melalui pengalaman atau pendidikan.
  2. Keseluruhan dari apa yang diketahui.
  3. Kesadaran atau kebiasaan yang didapat melalui pengalaman akan suatu fakta dan keadaan.

Ilmu dalam pandangan Islam mempunyai peranan yang sangat luar biasa, dan memiliki kedudukan tinggi disisi Allah SWT. Bahkan agama Islam identik dengan ilmu jadi ilmu adalah Islam dan Islam adalah ilmu. Islam menjadikan ilmu pengetahuan sebagai syarat dan tujuan. Islam menyamakan pencarian ilmu pengetahuan dengan ibadah. Islam sangat memuji orang yang tekun mencari pengetahuan. Demi menguraikan keutamaan ilmu, Imam Bukhari Rahimahullah membuat satu bab khusus dalam Kita Shahih miliknya dengan judul “AL-Ilmu Qabla Al-Qauli Wa Al-Amal” yang inti pembahasanya adalah ilmu itu asas dari segala sesuatu, baik sifatnya perkataan ataupun perbuatan.

Matematika berasal dari bahasa Yunani : μαθηματικάmathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Sedangkan menurut bahasa latin adalah “mathemata” yang memiliki arti “sesuatu yang dipelajari”. Sedangkan matematika di dalam bahasa Belanda dikenal dengan sebutan “wiskunde” yang memiliki arti “ilmu pasti”. Jadi secara umum dapat diartikan bahwa matematika merupakan sebuah ilmu pasti yang berkenaan dengan penalaran dan merupakan salah satu ilmu yang mendasari kehidupan manusia. Dari awal ditemukannya, matematika terus berkembang secara dinamis seiring dengan perubahan zaman. Perkembangannya tidak pernah berhenti karena matematika akan terus dibutuhkan dalam berbagai sisi kehidupan manusia.

Terjadi perdebatan tentang apakah objek-objek matematika seperti bilangan dan titik sudah ada di semesta, jadi ditemukan, atau ciptaan manusia. Seorang matematikawan Benjamin Peirce menyebut matematika sebagai “ilmu yang menggambarkan simpulan-simpulan yang penting”. Namun, walau matematika pada kenyataannya sangat bermanfaat bagi kehidupan, perkembangan sains dan teknologi, sampai upaya melestarikan alam, matematika hidup di alam gagasan, bukan di realita atau kenyataan. Dengan tepat, Albert Einstein menyatakan bahwa “sejauh hukum matematika merujuk kepada kenyataan, mereka tidaklah pasti dan sejauh mereka pasti, mereka tidak merujuk kepada kenyataan.” Makna dari “Matematika tak merujuk kepada kenyataan” menyampaikan pesan bahwa gagasan matematika itu ideal dan steril atau terhindar dari pengaruh manusia. Uniknya, kebebasannya dari kenyataan dan pengaruh manusia ini nantinya justru memungkinkan penyimpulan pernyataan bahwa semesta ini merupakan sebuah struktur matematika, menurut Max Tegmark jika kita percaya bahwa realita di luar semesta ini haruslah bebas dari pengaruh manusia, maka harus struktur matematika lah semesta itu.

Melalui penggunaan penalaran logika dan abstraksi, matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran, dan pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika. Matematika praktis berwujud dalam kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis. Argumentasi matematika yang ketat pertama muncul di dalam matematika Yunani, terutama di dalam karya Euklides Elemen.

Matematika selalu berkembang, misalnya di Tiongkok pada tahun 300 SM, di India pada tahun 100 M, dan di Arab pada tahun 800 M, hingga zaman Renaisans, ketika temuan baru matematika berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru yang mengarah pada peningkatan yang cepat di dalam laju penemuan matematika yang berlanjut hingga kini.

Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.

Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni, atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri. Mereka berupaya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul di dalam pikirannya, walaupun belum diketahui penerapannya. Namun, kenyataannya banyak sekali gagasan matematika yang sangat abstrak dan tadinya tak diketahui relevansinya dengan kehidupan, mendadak ditemukan penerapannya. Pengembangan matematika (murni) dapat mendahului atau didahului kebutuhannya dalam kehidupan. Penerapan praktis gagasan matematika yang menjadi latar munculnya matematika murni seringkali ditemukan kemudian.

27-10-2016 @Fakhroyy ~ Ujian Karya Tulis Ilmiah Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido

Kategori: Ujian

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me