“ Engkaulah Pahlawanku, Wahai Orang Tua “

              Suatu kisah seorang lelaki yang memberanikan diri hidup jauh dari orang tua, ia merantau demi mendapatkan ilmu yang ia cari, ilmu yang dapat membawanya ke syurganya Allah Ta’ala. Sebut saja namanya adalah Zammiel, ia hidup dari kepulauan 1000. Nama Ayahnya adalah Dedi dan nama Ibunya adalah Marni, mereka hidup dari keluarga yang berkecukupan.

Singkat cerita ia masuk pesantren Nurul Furqon yang terdapat pada Kota Jakarta sebuah Ibu Kota Indonesia, Kota Mertopolitan yang sangat banyak di lewati orang banyak dengan kendaraan yang mewah. Setelah masa orientasi pesantren ia lewati ternyata Zammiel termasuk orang yang sangat pintar di angkatanya, setiap pelajaran yang disampaikan Guru dalam kelas ia dapat menjawabnya dengan benar.

Setelah tamat SD Zammiel ingin sekali masuk pesantren, entah apa yang membuat ia ingin masuk pesantren ketika itu padahal ia hanya membaca tulisan-tulisan pada majalah yang memakai bahasa Arab yaitu “ من جدّ وجد “ yang terdapat makna di bawahnya yaitu “ barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil “.

Sampai ia ingin naik kelas ke jenjang berikutnya, apa yang ia lakukan sebelum ujian yang akan di hadapinya hari Senin. Ternyata ia meminta ridho kepada Orang Tuanya ia meminta izin dan restu semoga ujian yang akan ia hadapi diberi kemudahan dan kelancaran. Itulah yang membuat Zammiel berbeda dari para santri yang lainya.

Dengan Ridho Orang Tua membuat Ridho Allah SWT juga turut tersalurkan pada diri Zammiel sehingga ia diberikan kemudahan dan keberkahan dalam mencari ilmu.

 

02-11-2016 @Fakhroyy

 

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me