SENJA

             Detik demi detik, jarum pun kini meninggalkan sebuah kronologi sumber yang mengisyaratkan akan hembusan alam. Air yang bergelinang di atas dedaunan kini kian menipis, semprotan ilahi dari ufuk timur menyatakan bahwa bersuaralah wahai burung-burung cantik, katakanlah pada dunia inilah waktunya.

Bulatan kecil yang selalu dimainkan setalah kening ini sederajat dengan lutut, bukan sebuah kehinaan tetapi sebuah kebanggaan bagi yang melakukanya. Sadarkah bahwa jemari yang menghiasi setiap lekukan telapak tanganmu menolak atas perbuatan yang kamu lakukan ? Semua adalah suatu kenikmatan yang tiada arti.

فَبِأَيِّ ءَالَاءِ رَبِّكُمَا تُكَاذِّبَانِ

“ Maka nikmat tuhanmu mana lagi yang kamu dustakan ? “

            Hati, pikiran dan tubuh menjadi kagum mendengar lantunan ayat al-Qur’an yang dibacakan oleh seorang santri, makna tersurat dan tersirat menyatakan bahwa Allah SWT menantang kepada hamba-hambanya, menyatakan bahwa tidak ada nikmat yang kamu dapat selain dari Allah SWT.

Terlintas dalam pikiran yang sedang menyandarkan diri kepada posisi dinding yang menerima akan sandaran tubuh, kedipan kelopak mata tak sanggup menahan butiaran mutiara yang ada di dalamnya, sungguh indah kehidupan ini.

Melihat adalah meyakini, tapi kebenaranya ? semua terjawab dengan baik jika sudut pandang kita melihat pada posisi yang positif. Kemarin, sekarang dan besok menjadi tanda akan letihnya kehidupan jika mengingkari setiap kalam ilahi.

Segala sesuatu jika hal itu banyak maka akan menjadi murah dan mudah untuk di dapati, tetapi inilah hal yang menarik jika ia banyak dengan artian diperhaluskan kondisi kualitas dan kuantiitasnya maka ia akan menjadi hal yang menarik lagi mahal harganya. Ketahuilah itu semua adalah akhlaq yang berada pada setiap gerak-gerik tubuh dan sikap selama nafas ini meminta akan nikmat-Nya.

12-11-2016 @Fakhroyy

 

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me