Tepat 7 hari saya diizinkan untuk bertemu dengan pelajar unggulan SMP Wira Buana Bogor, pertemuan yang singkat namun memberikan kesan kepada diri saya pribadi, para pelajar begitupun civitas akademika. Pengalaman ini saya dapat karena masa liburan semester II yang kurang lebih terhitung dari Bulan Juli s/d September, berbagai agenda kegiatan bermanfaat dilakukan selama masa liburan dan salah satu agenda tersebut adalah mendidik pelajar unggulan.

Tidak bisa lepas dari pesan pendiri Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido Bogor yaitu KH. Ahmad Dimyati, beliau berkata,

Ijazahmu adalah pengabdianmu di masyarakat

Pesan yang singkat namun memiliki makna yang luas serta mendalam, dimanapun kita berpijak bahwa disanalah pengabdian kepada masyarakat. Ijazah bukan sebagai tanda bahwa kita sudah lulus di jenjang pendidikan tersebut, tetapi ijazah memiliki esensi dan substansi yang kebanyakan orang dapat memahaminya dengan makna yang beragam.

SMP Wira Buana beralamat di Jalan Camat Kanang No. 13, RT. 05 /07, Pabuaran, Bojonggede, Pabuaran, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat 16921, klik disini untuk melihat melalui Google Maps. Di tempat ini saya diberi tanggung jawab untuk menjadi pendidik mata pelajaran Tahfizh Al-Qur’an bagi pelajar unggulan kelas VII. Terdapat dua kelas unggulan yang masing-masing berjumlah 25 orang sehingga jumlah seluruh pelajar unggulan adalah 50 orang.

Hari Sabtu, 14 Juli 2018 saya dipanggil oleh Kepala Sekolah SMP Wira Buana yaitu Bapak Chandra Febriliananda, S.Psi untuk breafing mengenai teknis pembelajaran dari Waka Kurikulum yaitu Bapak Benyamin, S.Pd., MM. Saya menjelaskan mekanisme pembelajaran yang insyaAllah akan disampaikan di dalam kelas karena bukan menjadi hal yang baru dalam mengajar, jadwal pembelajaran pun saya terima. Ketika saya lihat ternyata jadwal yang diberikan dari hari Senin s/d Jumat dengan jumlah keseluruhan 20 pertemuan.

Berawal menginjakkan kaki di kelas seperti mengenang masa pengabdian di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Daarul ‘Uluum Lido Bogor, memberi salam dan senyuman yang pertama kepada para pelajar yang begitu semangat karena telah menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mereka dapat belajar setelah satu minggu mengikuti kegiatan MPLS, tiada kegiatan pertama yang diawali tanpa perkenalan. Memperkenalkan diri kepada para pelajar unggulan dengan tujuan menjalin keharmonisan yang baik dipertemuan pertama di dalam kelas.

Menginformasikan kepada para pelajar unggulan, bahwa saya adalah pendidik Mata Pelajaran Tahfizh Al-Qur’an yang hanya mengisi tidak lebih dari satu minggu, karena awal bulan Agustus saya harus terbang kembali ke Bandung untuk mempersiapkan perkuliah di semester III. Dua sampai tiga hari keharmonisan makin terjalin baik mereka mengikuti segala arahan dan pelajaran yang diberikan seperti wajib membawa Al-Qur’an atau Juz ‘Amma karena spesifik pembelajaran Al-Qur’an terdapat pada Juz 30 yang diawali dari Surah An-Naba.

Beberapa pelajar unggulan ada yang sudah hafal juz 30 sehingga menjadikan kemudahan agar pelajar yang belum hafal agar termotivasi oleh dirinya. Pertemuan selama 7 hari terhitung dari tanggal 23 s/d 27 ditambah 30 dan 31 Juli 2018 ini bukan waktu yang menfokuskan materi inti mata pelajara, oleh karenanya saya memberikan pula sebuah motivasi kepada pelajar unggulan guna meningkatkan gairah untuk belajar semakin giat.

Metode menghafal tidak bisa lepas dari tiga hal berikut ini :

  1. Membaca
  2. Mendengar
  3. Menulis

Tiga metode ini yang memudahkan menghafal tidak hanya Al-Qur’an tetapi apapun itu jika ingin mengafalnya makan tidak bisa terhindar dari salah satu tiga metode tersebut.

Beberapa kalimat mutiara dalam berbahasa arab saya sampaikan kepada mereka dengan semangat mereka ingin tau bentuk kalimat arab tersebut, tiga kata mutiara beserta arti dan penjelasannya saya sampaikan kepada pelajar unggulan,

مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia.
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia.
مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Barang siapa menanam pasti akan menuai.

Di akhir pertemuan kelas sebelum berpamitan saya memberikan hadiah kepada pelajar unggulan yang memiliki kompetensi lebih dalam bidang Tahfizh Al-Qur’an, sebuah dua Al-Qur’an hafalan saya berikan kepada mereka agar menjadikan dirinya lebih termotivasi untuk menghafal dan teman seperjuangannya dapat lebih tertarik untuk menghafal Al-Qur’an dengan lebih giat lagi.

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me