KH. Maimoen Zubair lahir pada tanggal 28 Oktober 1928 dan tutup usia ke-90 hari Selasa, 6 Agustus 2019 di Makkah, Arab Saudi. Beliau pernah menginginkan agar didoakan meninggal pada hari Selasa, selain itu pula beliau minta doakan agar meninggal ketika menjalankan ibadah haji. KH Zuhrul Anam Hisyam atau lebih akrab disapa Gus Anam menyampaikan bahwa, 

“Mbah Yaii Maimun pernah dawuh, minta didoakan meninggal pada hari Selasa karena biasanya orang ahli ilmu itu meninggal nya hari Selasa, dan minta doakan di Makkah pas Haji”

Maha besar Allah, keinginan beliau dikabulkan oleh Allah SWT. Semoga Allah memaafkan segala dosanya dan diberikan tempat yang tinggi di sisi-Nya, aamiin.

Berikut 8 nasihat KH. Maimoen Zubair yang menggetarkan hati :
  1. Ora kabeh wong pinter kuwi bener
    Tidak semua orang pintar itu benar
  2. Ora kabeh wong bener kuwi pinter
    Tidak semua orang benar itu pintar
  3. Akeh wong pinter ning ora bener
    Banyak orang yang pintar tapi tidak benar
  4. Lan akeh wong bener senajan ora pinter
    Dan banyak orang benar meskipun tidak pintar
  5. Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, Luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter
    Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar
  6. Ono sing luwih prayoga yoiku dadi wong pinter sing tansah tumindak bener
    Ada yang lebih bijak, yaitu orang yang pintar yang senantiasa berbuat benar
  7. Minterno wong bener, kuwi luwih gampang tinimbang mbenerake wong pinter
    Memintarkan orang yang benar, itu lebih mudah daripada membenarkan orang yang pintar
  8. Mbenerake wong pinter kuwi mbutuhke beninge ati, lan jembare dhodho
    Membenarkan (membuat benar) orang yang pintar itu membutuhkan beningnya hati, dan lapang dada

Bagaimana menurut kamu? Benar tidak nasihat dari KH. Maimoen Zubair? Renungkanlah ..

Ada nasihat lain dari beliau yang cukup populer, nasihat ini sangat cocok untuk guru yang menjadi seorang pendidik, berikut nasihatnya,

Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin orang pintar, nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar, nanti ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik, masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan kepada Allah. Didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me