Problematika akan selalu hadir di sekeliling kita, dewasanya menghadirkan sebuah dampak positif jika problematika yang hadir dapat diatas dengan baik dan benar.  Indonesia adalah negeri tempat kelahiranku, di negeri ini tempat jatuhnya kepalaku dari rahim ibuku. Aku lahir  dari sosok ibu yang cantik jelita, setiap tutur kata yang beliau sampaikan kepadaku membuat hati dan jiwa ingin segera mengaplikasikannya di kehidupan, oh ibu.

Aku menganggap Indonesia ini adalah ibu kedua setelah ibu kandungku, karena negeri ini banyak mengajarkan aku tentang arti kehidupan. Sehingga jika negeri ini didapati adanya masalah yang mewabah kepada masyarakat, ingin sekali bukan hanya ucapan yang bisa dilontarkan melainkan perbuatan agar segera terhentinya masalah tersebut.

Ketika mendengar kata “masalah” banyak diantara kita berpikir negatif akan kata tersebut, masalah yang cukup trending di Indonesia adalah hubungan antar lawan jenis. Normalnya hubungan itu antar lawan jenis seperti laki laki dengan perempuan atau sebaliknya, tetapi adanya hubungan antar lawan jenis menjadikan kita bernostalgia kepada kaumnya Nabi Luth. Rusaknya akhlaq dan moral pada kaumnya membuat perilaku asusila terjadi seperti homoseksual[1], pencurian dan lain sebagainya.

Berita yang beredar di televisi, radio, media sosial tentang masalah ini lebih akrab dikenal dengan lesby, gay, bisexual dan transgender (LGBT). Masalah ini bertentangan dengan aturan yang ada pada negara dan agama islam, aparat keamanan dan para alim ulama turun serta membantu pemberantasan masalah ini.

Allah SWT berfirman :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (Q.S. al-Araf : 81 )

Masalah ini sekaligus menjadi wabah masyarakat yang menjadi pelaku dan korbannya, karena wabah ini sifatnya menular. Apabila korban terkena dari si pelaku maka sudah bisa dipastikan ia mencari seseorang untuk dijadikan korbannya. Berikut beberapa dampat negatif pelaku LGBT :

  1. Beresiko penyakit seksual.
  2. Cenderung gonta-gati pasangan.
  3. Rentan stress atau depresi, dll.

Dampak pertama mengenai penyakit dari akibat perilaku asusila bisa disebabkan karena bakteri dari salah satu pelaku LGBT, sehingga pelaku yang tidak mempunyai bakteri tersebut menjadi terinfeksi lantaran hubungan yang mereka lakukan.

Berbeda lagi dengan transgender[2], seseorang sudah mempunyai fitrahnya ketika lahir dan fitrah kelamin seharusnya tetap sama hingga dewasa nanti, tetapi mereka yang mengalami masalah transgender tetap saja nakal melakukan hal itu.

Baihaqy seorang perawih hadits menyampaikan pesan Rasulullah kepada kami mengenai haramnya perbuatan ini.

“Empat golongan yang pagi-pagi mendatangi kemarahan Allah, dan datang sore ini menemui kemurkaa-Nya. Lalu salah seorang sahabat bertanya “siapa yaa Rasulullah ? ” Rasulullah bersabda laki laki yang menyamakan dengan dirinya perempuan, dan perempuan menyamakan dirinya dengan laki-laki, serta orang yang mengumpuli binatang dan sesama laki-laki” (H.R. al-Bahaiqy).

Masalah moral dan akhlaq yang hingga saat ini belum terselesaikan membuat resah masyarakat karena menjalani hidup penuh kehatian-hatian. Pergaulan anak kecil pun menjadi perhatian khusus bagi orang tua karena menurut penulis sumber dan objek adalah anak kecil. Sehingga penulis berpesan kepada pembaca dan khusunya kepada orang tua agar lebih intensif[3] dalam pengawasan anaknya, harapan dan masa depan anak kecil haruslah jernis laksana air terjun yang terus mengalir memberikan manfaat kepada orang banyak.

 

Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Nama : Fakhri Putra  Tanoto

NIM : 1171030068

Dosen : R. Roro SRWJ, MA.

 

[1] Keadaan seseorang yang tertarik terhadap seseorang dari jenis kelamin yang sama.

[2] Keadaan seseorang berbeda jenis kelamin ketika mengadakan seks dari keadaan gender ketika lahir.

[3] Secara sunguh-sungguh dan terus-menerus dalam mengerjakan sesuatu hingga memperoleh hasil yang optimal.

Kategori: Tugas

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me