Manusia diberikan akal sebagai pembeda dari makhluk ciptaan Allah SWT yang lainnya, sehingga akal memberikan dampak positif yaitu rasa ingin tahu yang tinggi pada manusia. Kuriositas atau disebut rasa keingintahuan selalu berkembang pada diri manusia sejak ia lahir sampai dewasa, sebagaimana Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Adam AS tentang nama-nama benda yang tercantum pada Q.S al-Baqarah ayat 31.

Sebagai warga negara Indonesia, sudah sejatinya bangga dengan bahasa yang dimiliki. Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang dipakai dari Sabang sampai Merauke, walaupun setiap wilayah memiliki bahasa daerah masing-masing tetapi bahasa Indonesia adalah bahasa satu kesatuan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berperan aktif dalam meninjau pemakaian bahasa Indonesia pada masyarakat, di era modern ini persaingan antarbangsa sangatlah ketat khususnya dalam  bidang bahasa. Sehingga Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) untuk mengetahui seberapa baiknya penggunaan bahasa Indonesia oleh penduduk atau pendatang dari luar negeri.

Tanggal 5 Desember 2017 lalu, penulis mengikuti tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) di Balai Bahasa Jawa Barat yang beralamat di Jalan Sumbawa Nomor 11 Bandung 40113 (klik di sini untuk melihat). Materi UKBI berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah dan ragam bahasa, materi tersebut bersumber dari wacana lisan sehari-hari serta wacana tulis dari berbagai media. Susunan soal UKBI diujikan adalah :

 

Seksi

Metode Jumlah

Alokasi Waktu

Seksi I

Mendengarkan 40 soal 30 menit

Seksi II

Merespons Kaidah 25 soal

20 menit

Seksi III

Membaca 40 soal

45 menit

Seksi IV

Menulis 1 soal

30 menit

Seksi V Berbicara 1 soal

15 menit

 

Setelah selesai tes, peserta dipersilahkan meninggalkan ruangan dan menunggu hasil tes selama satu minggu yang nanti diinfokan di website http://balaibahasajabar.web.id (lihat di sini untuk melihat hasil pengumuman), dalam hasil tes UKBI ada beberapa tingkatan, yaitu :

 

Peringkat

Nilai

Istimewa

725-800

Sangat Unggul

641-724

Unggul

578-640

Madya

482-577

Semenjana

405-481

Marginal

326-404

Terbatas

251-325

 

Sehingga dalam tes ini tidak berbeda dengan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL) dan Test of English as a Foreign Language (TOEFL), penulis mengajak kepada pembaca agar mencoba terlebih dahulu tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebelum mengikuti tes bahasa asing karena bahasa Indonesia adalah bahasa kita bersama sudah selayaknya bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, jangan sampai bahasa asing diunggulkan tetapi bahasa Indonesia belepotan.

 

Penulis duduk di samping tembok memakai baju putih berompi hitam 

 

Sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me