Ilmu LIving Quran dan Hadis

Beranjak masa perkuliahan semester yang semakin tinggi ini banyak sekali hal-hal yang ingin diikuti selagi menjadi mahasiswa, salah satunya adalah bedah buku. Apapun bentuk bedah bukunya yang jika memang acara tersebut memberikan dampak positif maka ingin sekali untuk mengikutinya. Salah satunya adalah bedah buku yang diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Hadis UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada kegiatan Gebyar Hadis.

Bedah buku yang dibahas adalah Ilmu Living Quran Hadis karya Dr. Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah, MA.Hum. beliau adalah dosen tetap di Fakultas Ushuluddin Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences Jakarta. Sosok beliau yang sangat tampil dalam bidang Al-Quran dan Hadis menjadikan saya tertarik untuk mengikuti kegiatan bedah buku.

Buku Ilmu Living Quran Hadis ini pertama kali dipublikasikan dan dibedah pada acara Haul Alm. Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA. entah saat ini sudah berapa kali dibedah isi bukunya oleh penulis yang terpenting adalah agar masyarakat mengetahui tentang ilmu ini.

Jika melihat dari judul buku sebenarnya sudah muncul kontroversi di dalamnya karena penulis menggunakan kata dalam bahasa inggris yang disandingkan dengan Al-Quran dan Hadis. Tetapi semua itu sudah dijelaskan maksud dan alasan beliau menamakannya seperti itu.Penggunaan istilah sunnah dalam judul sengaja dipilih untuk menegaskan bahwa kata tersebut merupakan perwakilan dari kata Al-Quran dan Hadis. Sedangkan istilah “sunnah yang hidup” dan “menghidupkan sunnah” juga merupakan komponen utama living Quran-Hadis.

Living Quran Hadis memiliki makna ganda, yaitu :

  1. Bermakna living the quran dan living the hadith
  2. Bermakna the living quran dan the living hadith

Makna yang pertama memiliki arti menghidupkan Al-Quran dan Hadis, sedangkan makna yang kedua memiliki arti Al-Quran dan Hadis yang hidup.

Alhamdulillah pada bedah buku ini saya dapat berpose ria bersama penulisnya langsung dan mendapatkan tanda tangan di halaman buku pertama. Semoga hal ini menjadikan saya untuk bisa hidup berlandaskan Al-Quran dan Hadis. Terimakasih saya ucapkan kepada Dr. Ahmad ‘Ubaydi Hasbillah, MA.Hum. atas buku yang sudah dituliskan ini, semoga dapat bermanfaat bagi seluruh pembacanya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me