Berbagi cerita merupakan suatu hal yang sangat berharga, karena dengan berbagi orang lain dapat mengetahui perjuangan hidup yang sudah dilakukan. Pada kesempatan ini, insyaAllah saya menceritakan pengalaman selama memperjuangkan Beasiswa Unggulan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Program Beasiswa Unggulan yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditujukan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia melalui penyediaan bantuan pendidikan dan pelatihan baik melalui jalur gelar maupun non gelar. Sesuai tugas dan fungsi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka program ini diutamakan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan sehingga yang dibiayai diutamakan untuk bidang-bidang yang relevan pada pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Program Beasiswa Unggulan juga mendukung upaya Pemerintah dalam memperkecil kesenjangan kinerja pendidikan antar-kelompok masyarakat, sehingga program ini juga memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat miskin dan/atau yang tinggal di daerah tertinggal.

Berkas yang dibutuhkan untuk mendaftar Beasiswa Unggulan, diantaranya yaitu :
  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)

  2. Kartu Tanda Mahasiswa (khusus On-Going)

  3. LoA Unconditional (Untuk On-Going ganti dengan surat tanda aktif kuliah)

  4. Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir (Khusus On-Going)

  5. ljazah dan transkrip nilai terakhir

  6. Sertifikat TOEFL/IELTS (TOEFL/IELTS untuk S1 tidak diwajibkan)

  7. Proposal rencana studi (rencana perkuliahan dan sks per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi, topik apa yang akan ditulis dalam skripsi/tesis/disertasi, deskripsikan aktivitas di luar perkuliahan yang akan dilakukan selama studi dan bagaimana implementasi hasil studi di masyarakat)

  8. Surat rekomendasi dari civitas akademik atau institusi terkait (download format disini)

  9. Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari sumber lain (download format disini)

  10. Sertifikat prestasi minimal tingkat kabupaten

  11. Essay menggunakan Bahasa Indonesia dengan judul: “Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia” ditulis sebanyak 3-5 halaman pada kertas A4 dengan format huruf Times New Roman ukuran huruf 12 dengan spasi 1.5 line

Bagi calon pendaftar Beasiswa Unggulan mungkin bingung bagaimana cara membuat proposal studi dan essai, berikut saya berikan dua berkas tersebut.

klik disini untuk melihat proposal studi yang saya buat untuk pemberkasan Beasiswa Unggulan 2018.

klik disini untuk melihat essai yang saya buat untuk pemberkasan Beasiswa Unggulan 2018.

Beasiswa Unggulan diselenggarakan 2 kali setiap tahunnya, saya mendaftar pada batch 1 ketika itu pendaftaran dibuka mulai tanggal 20 Maret 2018 s/d 19 April 2018. Usaha dan doa sudah diperbuat tetapi qadarullah pada batch 1 seleksi pemberkasan saya dinyatakan tidak lolos ☹. Kemendikbud membagi tiga jenis beasiswa unggulan, yaitu :

  1. Beasiswa Masyarakat Berprestasi (klik disini untuk lebih mengetahui Beasiswa Masyarakat Berprestasi)
  2. Beasiswa 3T (klik disini untuk lebih mengetahui Beasiswa 3T)
  3. Beasiswa Pegawai Kemendikbud (klik disini untuk lebih mengetahui Beasiswa Pegawai Kemendikbud)



Dari info yang saya dapat bahwa penerima batch 1 lebih mendominasikan jenis beasiswa 3T, tetapi sayangnya jurusan saya tidak ada dalam kriteria penerima beasiswa 3T. Selain itu, tentu pendaftar banyak sekali karena dari berbagai daerah dan universitas oleh karena itu saya menerima hasil ketidaklolosan saya dengan lapang dada.

Syarat Pendaftar Beasiswa Unggulan Jenjang S1:

Mahasiswa Baru

  1. Maksimal 22 Tahun

  2. Memiliki surat keterangan lulus di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B

  3. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir

  4. Peraih juara peringkat 5 besar

Mahasiswa On-Going

  1. Maksimal 22 Tahun

  2. Terdaftar di perguruan tinggi yang terakreditasi minimal B, maksimal semester 2 pada saat mendaftar yang dibuktikan dengan surat tanda aktif kuliah

  3. IPK minimal 3.25 pada skala 4.0

  4. Memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten yang diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau masyarakat, sertifikat berlaku maksimal 3 (tiga) tahun terakhir

  5. Peraih juara peringkat 5 besar

Beasiswa jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL/IELTS.

Mohon diperhatikan syarat pendaftar dan berkas yang harus disiapkan agar harapan untuk diterima lebih besar. Baiklah saya lanjut, singkat cerita kegagalan sebagai penerima Beasiswa Unggulan batch 1 2018 saya jadikan sebagai motivasi untuk di batch 2, karena di batch 2 ini adalah waktu terakhir saya untuk mendaftar disebabkan maksimal adalah semester 2 saat mendaftar Beasiswa Unggulan, jika di batch 2 ini saya gagal berarti saya sudah tidak bisa mendaftar di masa pendaftaran berikutnya.

Masa pendaftaran batch 2 mulai dari 1 Juli 2018 s/d 30 Juli 2018, saya mengecek kembali satu demi satu berkas sebelum mengupload di akun Beasiswa Unggulan. Ketika saya rasa sudah layak untuk mendaftar kembali di batch 2 ini, saya sumbit berkas pendaftaran pada tanggal 21 Juli 2018 pukul 11:25:30. Dengan memohon ridha kepada orang tua agar selalu mendoakan saya agar bisa lulus menjadi penerima Beasiswa Unggulan, dengan doa orang tua maka apa yang kita inginkan insyaAllah dikabulkan oleh Allah SWT.

Akhirnya, yang ditunggu pun datang. Pengumuman seleksi pertama Beasiswa Unggulan diumumkan pada tanggal 7 Agustus 2018, betapa bersyukurnya saya saat itu mendapat surel bahwa saya dinyatakan lulus tahap seleksi pemberkasan. Isi surel tersebut adalah undangan untuk hadir dalam rangka wawancara dan verifikasi berkas yang sudah di upload di akun Beasiswa Unggulan, karena regional universitas saya di Bandung maka lokasinya berada di  Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No.112-116, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung.

Bersama rekan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang lulus seleksi tahap 1, kami berangkat pagi hari ke Universitas Komputer Indonesia setiba disana kami dengan peserta yang lulus tahap 1 dikumpulkan di dalam ruangan dan diberi arahan oleh Bapak Musa Yosep. Setelah diberi arahan, maka proses verifikasi data pun dimulai, satu demi satu berkas dicek oleh panitia jika ada berkas yang tidak sesuai dengan yang diupload maka otomatis ia tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Alhamdulillah ketika berkas saya dicek semua sesuai dan saatnya menunggu wawancara.

Saat wawancara ternyata saya diwawancarai oleh Bapak Musa Yosep yang tadi memberikan arahan, banyak pertanyaan yang diajukan saat wawancara khususnya mengenai proposal studi, essai dan pengalaman hidup. Saya simpulkan dari hasil wawancara sebagai berikut :

  1. Pertanyaan mengenai proposal studi
  2. Pertanyaan mengenai Essai
  3. Pertanyaan mengenai kegiatan diperkuliahan dan di luar perkuliahan
  4. Pertanyaan mengenai cita-cita dan cara untuk mencapainya
  5. Pertanyaan mengenai  jika lulus tahap kedua

Alhamdulillah, verifikasi berkas dan wawancara sudah selesai. Bersama rekan dari universitas saya mendokumentasikan foto di Universitas Komputer Indonesia.

Mulailah saatnya menunggu pengumuman tahap kedua ini, cukup lama masa pengumuman ini hingga masuk ke bulan September. Pada tanggal 1 September 2018 saya membuka akun Beasiswa Unggulan dan ternyata saya dinyatakan tidak lulus seleksi tahap 2, ya Allah apakah ini benar terjadi? ataukah hanya mimpi?

Sedih rasanya saat itu, harapan yang dinantikan pun kini telah pupus. Benci rasanya mengetahui hasil tahap 2 Beasiswa Unggulan. Perasaan pun campur aduk dan saat itu saya tidak menceritakan kepada orang tua karena saya tidak ingin orang tua tau atas kegagalan saya dengan tidak menerima Beasiswa Unggulan.

Saya teringat dengan ucapan Bapak Musa Yosep saat itu,

Bagi yang lulus Beasiswa Unggulan itu adalah sebuah musibah bukan anugerah, dan yang belum menerima perbanyaklah berdoa karena kami mengusahakan untuk mengadakan penambahan kuota penerima.

Kalimat tersebut menjadikan motivasi tersendiri dalam hidup saya, saya mengadu kepada Sang Pencipta karena sejatinya Allah yang memberikan saya rezeki, entah dari mana rezeki tersebut. Oleh karenanya dengan mengadu kepada Allah setidaknya membuat hati saya menjadi tenang.

Tanggal 5 November 2018 keluarga saya berduka cita karena meninggalnya kakek, almarhum bernama Rahmat Sudjana. Saya mohon doanya kepada para pembaca semoga almarhum diampuni dosanya dan diberikan tempat yang layak di akhirat. Malam hari itu ketika keluarga sedang berkumpul saya mendapat surel dari beasiswabpkln@kemdikbud.go.id bahwa saya dinyatakan lulus sebagai penerima Beasiswa Unggulan Batch 2 2018 🙂.

Bagaimana perasaan anda ketika sedang berduka karena salah satu anggota keluarga meninggal tetapi anda mendapat surel bahwa anda dinyatakan lulus menjadi penerima Beasiswa Unggulan? ya, memang tidak bisa dipikirkan saat itu. Perasaan sedih dan senang menjadi satu. Akun Beasiswa Unggulan saya berubah menjadi Penerima Beasiswa Unggulan (disamping foto profil) dan yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus seleksi tahap 2 menjadi dinyatakan lulus seleksi tahap 2.

Di dalam surel tersebut diinfokan bahwa saya diundang untuk menandatangani kontrak Beasiswa Unggulan di Jakata, untuk lokasinya diinfokan di surel yang berbeda.


Di surel berikutnya tertera lokasi untuk penandatangan kontrak Beasiswa Unggulan pada hari Jum’at 9 November 2018 di Twin Plaza Hotel Jl. S. Parman Kav. 93 – 94 Slipi, Jakarta 11420, Indonesia.

Saya memberi kabar kepada orang tua bahwa saya lulus menjadi penerima Beasiswa Unggulan, alhamdulillah orang tua saya senang sekali sampai meneteskan air mata, itulah cita-cita saya membuat orang tua menangis karena keberhasilan saya bukan karena kegagalan saya.

Singkat cerita saya tiba di Twin Plaza Hotel, banyak sekali para penerima Beasiswa Unggulan yang hadir mulai dari mahasiswa/i SI, S2 dan S3. Seperti biasa sebelum penandatangan kontrak Bapak Musa Yosep memberikan arahan dan ucapan selamat kepada para penerima Beasiswa Unggulan.

Bapak Musa Yosep memberikan arahan dan ucapan selamat kepada penerima Beasiswa Unggulan Batch 2 2018

 

Suasana di dalam ruangan Twin Plaza Hotel

Seperti itulah cerita jatuh bangun saya dalam memperjuangkan Beasiswa Unggulan 2018 ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca jika ada pertanyaan silahkan hubungi saya via whatsapp atau di media sosial lainnya. Terimakasih ya Allah Engkau telah memberikan rezeki saya melalui Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Apa yang didapat dari Beasiswa Unggulan :
  1. Biaya Kuliah s/d semester 8
  2. Biaya hidup selama kuliah
  3. Biaya buku

Bagi anda yang tidak lulus Beasiswa Unggulan, mohon yakinkan dalam diri kalian bahwa Beasiswa Unggulan bukanlah segalanya. Allah telah mempersiapkan yang jauh lebih baik untuk anda, jangan patah semangat dan tetap berjuang untuk berprestasi.

Pesan saya untuk para pendaftar yang tidak lulus Beasiswa Unggulan :

  1. Perbanyak bersyukur walaupun Allah tidak meluluskan anda di Beasiswa Unggulan. Dengan bersyukur Allah akan memberikan nikmat yang jauh lebih baik daripada Beasiswa Unggulan.
  2. Percayalah Allah akan memberikan rezekinya dari arah yang tidak kita sangka,
    وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
    “Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
  3. Masih banyak beasiswa yang bisa didapat, bukan hanya Beasiswa Unggulan saja. Cari informasi tentang beasiswa dan ikuti beasiswa tersebut.

Bagi anda yang lulus Beasiswa Unggulan, yuk install aplikasi BU Report!

 

Download Proposal Rencana Studi



Download Essay



Mau lulus seleksi beasiswa? Wajib baca ini!

#BeasiswaUnggulan2018
#CeritaPengalamanBeasiswaUnggulan


4 Komentar

Rionaldo · April 13, 2019 pada 8:44 am

Kakak boleh minta proposal dan easy kakak buat contoh beasiswa unggulan Kemendikbud. Kirim ke email (rionaldoimam@gmail.com)

    fakhroyy · April 13, 2019 pada 9:01 am

    Disana sudah ada link downloadnya, langsung download aja ya😊

Hidayaturriziqika Maulida · April 15, 2019 pada 6:58 pm

Hmmm sama pun, sempat juga cek gak lolos di tanggal 5 November juga masuk email dadakan begitu. Semangat belajarnya, visit balik ya

liteunoia.wordpress.com

    fakhroyy · April 15, 2019 pada 7:05 pm

    Tapi lulus akhirnya?

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me