Bergaya Seolah Mulia, Padahal Pencuri | Anti Bajakan - Fakhroyy

Fenomena Pandemi Covid-19 yang sekarang sedang terjadi membuat pemerintah membuat suatu keputusan pembatasan jarak fisik dalam berkegiatan dengan skala besar, dan juga pemerintah memberikan himbauan yang menghimbau seluruh rakyat untuk diam di rumah, guna mencegah penyebaran virus corona. Dengan adanya aturan seperti demikian membuat orang-orang merasa bosan dalam beraktifitas karena terbatasnya mobilitas dalam hidup.

Berdasarkan keterbatasan itu orang-orang mencari hiburan tersendiri yang bisa dilakukan di rumah, antara lain adalah menonton film, bermain game, bermain gawai, dan juga membaca buku. Akan tetapi keterbatasan ini juga menimbulkan masalah seperti kurangnya stok film bahkan kurangnya stok buku untuk dibaca.

Dengan keterbatasan itu muncullah beberapa orang yang memberikan sebuah solusi diantaranya dengan mendownload film ilegal, dan juga buku-buku yang bajakan dalam bentuk format PDF. Sebenarnya hal ini menjadi sebuah masalah karena tidak terlindunginya hak kekayaan intelektual dari pada pembuat film juga penulis buku. Dengan fenomena mendownload hal-hal yang berbau illegal atau bajakan inilah yang memberikan sebuah pengaruh buruk terhadap perlindungan dan penghargaan sebuah karya.

Terkhusus pada buku. Ditengah mewabahnya Corona, akhir-akhir ini mewabah juga penyebaran link atau tautan yang menyebarkan buku-buku baik itu novel maupun buku yang bernuansakan akademik yang muncul. Penelusuran lebih jauhnya ternyata website-website yang menpublikasi buku secara demikian adalah website yang ilegal atau bahkan copy-an yang bisa dikatakan “bajakan”.

Hal itu tentu sangat merugikan banyak pihak. Pihak yang paling dirugikan adalah pihak-pihak yang berusaha melahirkan buku-buku sampai ke tangan pembaca, yakni penulis sebagai orang yang melahirkan sebuah karya buah dari memeras pengamatan, hayalan, pemikiran, analisis, dan alam pikirnya lalu dituangkan dalam sebuah gelas berupa buku, yang selanjutnya buku ini belum benar-benar matang dimatangkan oleh para editor, dan diproduksi oleh para penerbit. Itulah kesatuan yang menjadi pihak yang paling dirugikan dengan merebaknya buku-buku yang bersifat illegal.

Maka disini terdapat beberapa tempat untuk mendapatkan bahan bacaan atau buku yang legal dan diperbolehkan serta tidak menimbulkan kerugian. Antara lain :

  1. Google Play Store/Play Books
    Siapa yang tidak tahu google playstore. Sebuah platform untuk mendapatkan banyak sekali aplikasi. Tapi apakah kamu tahu kalau di playstore kamu tidak hanya bisa meng-unduh game atau aplikasi untuk perangkat gawai-mu ? ternyata di platform ini terdapat buku juga film yang gratis maupun berbayar yang bisa kamu download dan kamu nikmati untuk mengisi kekosongan dalam pembatasan aktifitas fisik di rumah ini.
  2. Wattpad
    Wattpad adalah sebuah platform yang bisa kamu gunakan untuk membaca buku-buku dari berbagai penulis yang ditulis secara digital. Selain itu apabila kamu punya hobi menulis kamu bisa mencoba mempublikasikan karya tulisanmu di wattpad.
  3. iPusnas
    Apa masih ada yang belum tahu iPusnas. iPusnas adalah situs website yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia guna mempermudah masyarakat untuk mencari referensi atau bahan bacaan. Disini kami bisa membaca apa yang kamu butuhkan walaupun masih banyak keterbatasan dalam aspek referensi yang dapat dibaca secara digital.
  4. Membeli di  Official Platform Penerbit
    Ini solusi apabila kamu ngebet banget pengen baca tapi bahan bacaan kamu terbatas dan kamu menginginkan buku fisik. Kamu bisa membeli buku yang original langsung dari toko daring/market place yang dimiliki oleh para penerbit. Biasanya penerbit sudah memiliki platform toko online sendiri atau akun penjualan di berbagai aplikasi platform jual beli online.

      Ada yang lain? Tambahkan di kolom komentar ya!

      Dengan ini, kamu ga akan susah mencari buku untuk mengisi waktu kosongmu. Selamat membaca dan sekali lagi, jangan sebarkan buku-buku atau ebook bajakan. Hargai jasa penulis dan hargai jasa penerbit.

      Created by Narasi Lenyap


      0 Komentar

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *