Engkau harus mulai cemaskan dirimu bila ibadah (shalat, puasa, zakat dzikir, dll) yang engkau tinggalkan tidak membuatmu bersedih. Engkau juga harus mulai pertanyakan dirimu bila segala bentuk pelanggaran syariat tidak membuatmu menyesal. Jika keadaanmu sudah tidak peduli dengan semua itu, tandanya bahwa ada yang tidak beres dengan hatimu. Engkau harus segera siram dirimu agar tanah gersang subur kembali. Sempatkanlah dirimu untuk menyendiri sesaat, jadikan hatimu tergugat. Pertanyakan mengapa engkau begitu pekat, lalu menangislah kepada-Nya dalam munajat. Engkau akan segera sehat.

.من علامات موت القلب عدم الحزن على ما فاتك من الموافقات وترق الندام على ما فعلته من وجود الزلات

Di antara tanda matinya kalbu adalah tidak bersedih atas ketaatan yang terlewat dan tidak menyesal atas dosa yang diperbuat.

Bicarakanlah baik-baik tentang semua kesalahanmu dan dosa-dosamu di hadapan-Nya. Engkau tidaklah layak menyimpulkan sesuatu yang tidak kau ketahui. Allah senantiasa mendahulukan rahmat-Nya dibanding murka-Nya. Jadi, tidak ada alasan bagimu untuk tidak datang kepada-Nya karena merasa tidak mungkin diterima oleh-Nya. Itu hanya perasaanmu saja, keputusanmu atas perbuatanmu sendiri. Engkau telah tidak adil pada-Nya bila engkau terus bersikap begitu. Sungguh, terkadang dosa besar yang kita aku dihadapan-Nya bukan saja menghadirkan pengampunan-Nya, melainkan sering kali melahirkan kearifan hidup yang bisa engkau bagikan pada orang lain. Berangkatlah menuju-Nya, tinggalkan semua kecerendunganmu berprasangka.

.لا يعظم الذنب عندك عظمة تصدّك عن حسن الظنّ بالله تعالى. فإن من عرف ربه استصغر فى جنب كرمه ذنيه

Jangan sampai dosa itu kau anggap besar sehingga mengahalangimu dari berprasangka baik kepada Allah. Sebab, siapa yang mengenal Allah akan memandang kecil dosa jika diukur dengan kemurahan-Nya.

Jangan sekali-kali meminta keadilan-Nya. Sebab, dia lebih mengetahui apa yang pantas buatmu. Jangan menghitung dosamu yang kecil dalam hal ini, sebab keadilannya dapat membuatmu terperangkap dalam kesulitan keluar dari kebiasaanmu berbuat dosa yang lebih besar. Jangan sekali-kali meragukan kemurahan-Nya. Sebab saat kemurahan-Nya hadir untukmu, dosa besarmu tidak berarti dihadapan-Nya. Jika Allah mendahulukan keadilan-Nya, tentu binasalah pelaku kejahatan dan dosa di muka bumi ini, termasuk dirimu. Yang harus kini engkau lakuan adalah, senantiasa berpulang kepada-Nya, bersandarlah kepada kemurahan-Nya, nikmati karunia lembut-Nya.

لا صغيرة إذا قابلك عدله ولا كبيرة إذا واجهك فضله

Tiada dosa kecil bila dihandapkan pada keadilan-Nya, dan tiada dosa besar bila dihadapkan pada karunia-Nya.

Penuhilah dirimu dengan semua aktifitas ruhani. Beribadalah dengan tekun. Sempurnakanlah ibadahmu. Bila semua ini sudah engkau jalani dengan benar, engkau akan nikmati kehadiran cahaya dalam hidupmu. Nikmatilah cahaya yang kau temukan untuk menghantarkanmu lebih dalam, lebih jauh. Sebab perjalananmu melewati lorong gelap kehidupan ini mustahil tanpa cahaya. Dengan cahaya, engkau akan semakin jelas menuju tempat yang engkau inginkan. Dan dengan cahaya, engkau bisa memiliki yang terbaik dari yang tersedia untuk engkau nikmati. Bergabunglah dalam keluarganya, orang-orang yang senantiasa dekat dengan-Nya, dan sibuk dengan-Nya.

إنما أورد عليك الوارد لتكون به عليه واردا

Allah memberikan limpahan spiritual padamu tidak lain agar engkau mendatangi-Nya.

Kitab al-Hikam Untaian Hikmah Ibnu Athaillah

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me