Hari Batik Nasional adalah perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan Untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Penetapan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional merupakan keputusan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), badan ini merupakan bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibentuk pada tahun 1945. Tujuan organisasi ini adalah untuk mendukung perdamaian dengan mempromosikan kerja sama antara negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam meningkatkan rasa saling menghormati.

Pemerintah menghimbau kepada masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Oktober yang melakukan segala aktivitas seperti bekerja, belajar di sekolah dan yang lainnya agar memakai pakaian batik, mencintai kebudayaan Indonesia haruslah dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia karena batik adalah salah satu identitas Indonesia.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu. Awalnya kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton saja dan batik dihasilkan untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah dan para pembesar. Oleh karena banyak dari pembesar tinggal di luar keraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar dari keraton dan dihasilkan pula di tempatnya masing-masing.

Kesenian batik telah dikenal dari zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang sampai kerajaan berikutnya, kesenian batik secara umum meluas ke Indonesia dan secara khusus di Pulau Jawa setelah akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.

 

Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan dan keterampilan dari sekelompok orang yang diturunkan ke satu generasi ke generasi berikutnya, pendidikan merupakan cara untuk membentuk kepribadian yang baik agar manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang salah.

Universitas Islam Negeri Sunan Gunug Djati Bandung melalui Kementerian Sosial dan Budaya Dewan Eksekutif Mahasiswa membuat surat edaran yang disampaikan kepada mahasiswa bahwa Hari Selasa 2 Oktober 2018 sebagai Hari Batik di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional dengan tujuan agar UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki ciri khas akan budayanya dan tetap mempertahankan nilai-nilai dan norma yang ada.

Harapan  Kementerian Sosial dan Budaya Dewan Eksekutif Mahasiswa agar mendapat respond positif dari seluruh masyarakat UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menggunakan batik pada hari Selasa, 2 Oktober 2018.

Surat edaran yang ditandatangani oleh Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa yaitu Oki Reval Julianda dan Menteri Sosial dan Budaya Dewan Eksekutif Mahasiswa yaitu Muhammad Ramdan Fauzi sebagai legalitas surat edaran yang tersebar di media sosial khsusnya Whatsapp Mahasiswa/i UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Surat Edaran DEMA UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

 

Sumber :

  1. Surat Edaran Kementerian Sosial dan Budaya Dewan Eksekutif Mahasiswa
  2. https://id.wikipedia.org/

 

View this post on Instagram

Kabinet Arunganuyasa : Berasal dari bahasa sanksekerta dan terdiri dari 2 kata yaitu Arungan yang berarti kerjasama dan Wiyasa yang berarti membangun. Semangat bekerjasama untuk membangun Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung menuju organisasi yang mampu menyelengarakan kegiatan kemahasiswaan dan melayani mahasiswa UIN SGD Bandung. Maka dari itu, nilai yang harus dimiliki oleh semua pengurus DEMA UIN SGD yaitu semangat bekerja sama membangun UIN SGD Bandung dimulai dari tatanan organisasi, hubungan dengan lembaga lain, memahami kultur organisasi mahasiswa intra UIN SGD dan membangun kesadaran mahasiswa UIN SGD Bandung, sehingga mampu menjalankan peran fungsinya & dapat ditularkan kepada seluruh Civitas akademika UIN SGD Bandung. Dengan dicapainya hal-hal yang diinginkan diharapkan Mahasiswa-mahasiswi UIN SGD Bandung dapat unggul dan mampu bersaing serta memiliki karakter islami untuk berkontribusi dalam memajukan NKRI demi terwujudnya masyarakat adil, makmur serta diridhai Allah SWT melalui kegiatan-kegiatan nasional dan internasional. #demauinsgd #konstruktifkolaboratif

A post shared by DEMA-U UIN SGD BANDUNG (@demauinsgd) on

Kategori: Artikel

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me