Burung Ababil adalah burung misterius yang hanya turun ke bumi berdasarkan peritah Tuhan. Diriwayatkan oleh Said bini Jubair dalam sebuah hadis bahwa Ababil merupakan kawanan burung yang tinggal di antara langit dan bumi. Konon, burung ababil ini sejenis burung langit yang tidak ada bandingannya. Namun demikian, tetap tidak bisa digambarkan hakikat dan identitasnya. Sejumlah riwayat berbeda satu sama lain dalam mendeskripsikan bentuk dan keberadaan burung Ababil.

Ibnu Abbas pernah meriwayatkan, ” Ababil memiliki belalai seperti belalai gajah, dan memiliki telapak seperti telapak anjing.”

Ikrimah mengatakan, “Ababil adalah burung berwarna hijau yang keluar dari dalam laut. Memiliki kepala seperti kepala binatang buas.”

Aku adalah salah satu dari kelompok burung Ababil. Aku adalah ketua penghubung antara pasukan burung yang terdiri dari enam sayap. Jumlah pasukan adalah rahasia. Kami hanya keluar atas perintah Allah. Aku tak akan menjelaskan apa saja tugas yang membuat kami keluar, ini adalah urusan Allah. Yang bisa kutakatan adalah bahwa tugas-tugas ini sudah tercatat dan jelas bagi Tugan semesta alam. Namun, tetap menjadi rahasia yang misterius bagi semua mahkluk. Ini adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah terhadap makhluk-Nya.

Ada dua tugas kami yang dinyatakan dengan jelas oleh Allah di dalam kitab suci Al-Quran, yaitu :

  1. Menyerang Kota Nabi Luth AS
  2. Menyerang Ashabul Fill (Pasukan Gajah)

Landasan pertama tertera di dalam Al-Quran Surah Hud ayat 82,

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.

Landasan kedua tertera di dalam Al-Quran Surah Al-Fill ayat 3 – 5,

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me