حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Ibnu Mahdi telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam” (HR. Al-Bukhari : 5673)

 

Takhrij hadis

Hadis ini di riwayatkan oleh bukhari dalam kitab adab (bab siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya jangan menyakiti tetangga) no 5673

Muslim dalam kitab al-iman (bab anjuran memuliakan tetangga, dan tamu serta selalu diam, kecuali jika itu berkata baik dan semua itu merupakan bagian dari iman) no 37

 

Kosa kata hadis

 يؤمن   Beriman dengan keimanan yang sempurna, yang bisa menyelamatkan dari siksa Allah da  menyampaikan kepada rido-Nya. Maka asal kata iman artinya membenarkan dan tunduk
يوم الاخر   Hari kiamat, hari pembalasan semua amal perbuatan.
يصمت   Diam
فليكرم جاره    Memuliakan tetangga dengan berbuat baik kpadanya dan tidanmenyakitinya.
 فليكرم ضيف         Memuliakan tamu denyan menyuguhkan makanan untuknya dan berbuat baik kepadanya.

 

Fiqhul hadis

  1. Manusia dan Hubungan dengan masyarakat

Manusia hidup di dunia ini bersama dengan orang lain. Diantara mereka terjalin hubungan dan ikatan yang sangat kuat. Mereka saling membutuhkan satu sama lain. Islam sealu berusaha agar ikatan dan hubungan diantara mereka berdasarkan dan asas yang lurus dan manhaj yang benar. Hal ini bisa saling terrelisaji jika anusia saling memuliakan dan salinng menghormati. Masing-masing hendaklah senantiasa beraklak dengan akhlak terpuji dan dalam berinteraksi dan bergaul seperti perkataan yang baik, bertetengga yang terpuji, memberikan sungguhan yang layak, dan lain sebagainya.

 

  1. Tanda Iman yang Sempurna

Rasulullah menjelaskan bahwassanya tanda sempurnanya iman seseorang adalah sesorang muslim mengstskan seseuatu yang bermanfaat baginya, baik di dunia maupun di akherat. Hal ini akan meghadiran ketenangan dan kebahgiaan pada masyarakat. Begitu juga agar ia senantiasa diam dari perkataan yang menyakitkan dan menyebabkan kerusakan dan menyebabkan datangnya murka Allah SWT.

Imam ahmad meriwayatkan dalam musnadnya dari anas bin malik bahwasannya Rasulullah bersabda, “Iman seseorang tidaka akan  lurus sebelum hatinya lurus dan hatinya tidak akan lurus sebelum lisannya lurus.”

At-thabrani juga meriwayatkan  dari anas bahwasannya Rasulullah bersabda “seseorang belum bisa mencapai hakikat iman sebelum bisa menjaga lisannya.” Maksudnya, menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik.

 

  1. Banyak bicara menyebabkan kerusakan, sedangkan menjaga lisan adalah jalan keselamatan

Asulullah bersabda “termsuk sempurnanya man seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” Berbicara sesusatu yang tidak bermanfaat dapat mneghpuskan pahala, merusak amal dam menghalang pelaku daripada masuk kesurga.

Oleh karna itu seorang muslim adalah orang yang jika ingin berbicara ia berfikir terlebih dahulu, jika perkataan itu baik dan berpahala, barulah ia berbicara. Jika sebaliknya, maka ia akan menahannya. Itulah yang lebih baik dan selamat baginya, karna setiap kata yang terctat akan ada catatn yang rapi, baik atau buruknya. Sebagaimana firman Allah dalam surah Qaf ayat 18.

 

  1. Etika Berbicara

Berbicara didalam islam memiliki beberapa etika :

  1. Hendaklah seseorang muslim berbicara tentang sesuatu yang bemanfaat dan menahan lidahnya untuk berkata kata yang haram ataupun yang dilarang.
  2. Tidak memperbanyak perkataan yang mubah. Orang yang banyak salahnya akn banyak salahnya dan terlebih kala ia banyak berbicara tampa mengontrol diri maka ucapan ucapan yang tidak ada gunanya akan lebih banyak erucap dan berdosa.
  3. Wajib berbicara kala di perlukan, terutama kala menjelaskan kebenaran, memerintah yanng baik, dan melarang kemungkaran (amar ma’ruf nahi mungkar). Hal ini termasuk hal yang mulia. Sedangan meninggalkannya adalah perbuatan maksiat dan berdosa, pasalnya orang yang diam dari sustu kebenaran adalah sepertihalnya orang yang bisu dan orang yang diam dari kemungkaran layaknya orang yang ridha dengan kemungkaran itu tampa melarang dengan ucapan ataupun perbuatan.

 

  1. Memperhatikan Tetangga Dan Berbuat Baik Kepadanya

Termasuk dalam kesemprnaan iman dan islam ialah berbuat baik kepada tetangga dan tida menyakitinya. Allah subhanahuwata’ala berfirman didakam surah An-nisa yang artinya “sembalah Allah dan jangan menyekutukannya dengan apapun, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh dan handai tolan..”

Berbuat baik kepada tetangga dan memuliakannya daklah hal yang di perintahkan oleh agama. Bahkan, masalah dalam bertetangga ini didalam islam diperhatikan begitu detai hingga tidak ada tandingannya dalam hubungan sosial kemanusaan.

 

  1. Menyakiti tetangga merupakan kecacatan iman dan penyebab kehancuran

Menyakiti tetangga diharamkan didalam islam. Hal itu termasuk dosa yang besar dan berat siksanya, sehingg dapat menghalang pelakunya dari tingkatan kemuliaan dan kesempurnaan keimanan.

Tetangga adalah orang yang pertama menolong kita kala ada musibah dan kita membutuhkan pertolongan, dan selayaknya untuk mencapai dan meraih kemuliaan serta kesempurnaan keimanan kita hendaklah menjaga tetangga dari hal-ha yang dapat menyakitinya, baik dri lisan ataupun perbuatan.

Rasulullah tidak membedakan apakah tetangga itu kafir atau muslim, apabila tetangga itu kafir maka ia memiliki stu hakdaripada kita yaitu hak menjaga dan menghormatinya dan apabila tetangga itu seorang yang muslim maka ia memiliki dua hak atas kita, hak tetangga dan hat seiman. Dan apabla tetangga kita adalah saudrakita “islam” baik itu adik, bibi, atau lainnya maka ia memiliki tiga hak atas kita. Hak bertetangga, hak seiman dan seakidah, dan hak bersaudara.

 

  1. Sarana-sarana berbuat baik kepada tetangga

Ada banyak sarana sarana berbuat baik kepada tetangga daiantaranya ialah:

  1. Memenuhi kebutuhannya.
  2. Menolong dan memberikan manfaat kepadanya.
  3. Memberikan hadiah kepadanya terutama pada momen-momen tertentu. Seperti dalam acara syukuran dan pesta lainnya.

 

  1. Memuliakan tamu merupakan ciri daripada islam yang baik dan iman kepada Allah

Rasulullah menjelaskan bahwasannya seorang yang beriman kepada Allah maka selayaknya iya memuliakan tamunya, dan berbuat baik kepadanya.

Hal ini sebagai bukti keimanan yang sempurna keapada Allah dan ketakwaa yang total kepada Allah s.w.t. dan kepada Rasulnnya. Rasulullah bersabda yang artinya. “barangsiapa yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaklah ia menghormati tamunya.”

Apakah memberikan suguhan makanan kepada tamu sebuah hak ataukah amal baik ?

Memberikan suguhan makanan kepada tamu adalah hal yang baik dalam islam, akan tetapi apakah ini sebuah hak atau perbuatan baik ?. maka dengan ini ada dua pendapat :

Sebaigian ulama mengemukakan bahwasannya memberika suguhan makan kepad tamu adalah kewajiban dan wajib dilakukan bagi seseorang selam sehari semalam.

Sedangkan menurut mayoritas ulama mengatakan memberikan suguhan makanan kepada tamu adalah sunnah, tidak wajib dn suatu akhlak yang baik.

 

  1. Etika-etika menerima tamu dan bertamu

Diantara etika menerima tamu adalah bermuka manis di hadapannya, berbicara dengan baik, segera menyuguhkan makanan dan minuman, dan melebihkan makanan yang bisa dimakan sehari semalam. Kemudian pada dua hari selanjutnya memberikan makanan seperti biasanya akan tetapi tampa memaksakan diri dan memberatkan diri

Sedangkan diantara etika bertamu ialah tidak memberatkan tuan rumah dan menggenggu orang yang di kunjungi, seperti menginap di rumah yang dikunjungi tidak lebih daripada tiga hari atau tinggal menetap di sana sedangkan orang yang dikunjungi tidak mempunyai bekal atu makanan yang mencukupi yang bisa di suguhkan. Maka dalam keadaan seperti ini hendaklah memilih oergi agar tidak akan orang yang dikunjungi terutama apabila bertamu melebihi waktu tiga hahri, karna masa bertamu sudah terlalu lama.[1]

 

Intisari Hadis

Mengamalkan isi kandungan hadis ini ssangat penting karena dapat mewujudkan persatuan, ikatan hati, dan menghapus dendam dan dengki. Karna semua manusia saling berdampingan ataupun menghargai antara satu dengan yang lainnya. Menghormat, menghargai satu dengan lainnya menyayangi satu dengan yang lainnya.

Jika setiap orang dapat memuliakan tetangga, menghormatinya dan memiliki ikatan yang erat dengan tidak bermusuhan dan senantiasa menjaga ukhwah antara  satu dengan lainnya, menjalin hubungan yang baik dan setiap penghuni rumah memuliakan tamuya, masyarakat akan mnjadi baik, urusan manusia akan lancar, dan kerukunan akan tercapai. Dan yang tak kalah penting adalah menjaga etika dalam berbicara, berkata baik atau yang bermanfaat atau diam. Berapa banyak pertikayan yang dikarnakan ucapan-ucapan yang tidak baik, mencaci antara satu dengan ynng lainnya hingga lahir ketidak senangan dan  pertikayan bahkna pertumpah darahpun tidak jarang di jumpai.

Maka orang yang beriman kepada Allah ia akan menghormati, menghargai tetangganya dan nenuliakan atauppun memuliakan tamunya dan taklupa pulalah ia senantiasa menjaga lisannya dari sebuah kerusakan. Dan bukan berarti orang yang tidak ada tiga perkara diatas ia tidak beriman, ia beriman akan tetapi keimanannya tidak tau belum sempurna atau belum baik.

 

[1]Musthafa Dieb Al-bugha dan Muhyiddin Mistu, Al-wafi Syarah Hadis Arba’in Imam Annawawi, (Jakarta : qisthi pres, 2016)

 

Mata Kuliah Ilmu Hadits Semester II

Dosen Pengampu : Drs. Taufik Rahman, M.Ag

Kategori: Tugas

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me