Menulis judul ini, karena satu pertanyaan saya yang terinspirasi dengan sebuah pengalaman broken home  yang dialami oleh orang-orang disekitar saya. Pertanyaan itu adalah “mengapa jika seorang wanita bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya, mereka lebih condong bertahan dengan kesendiriannya dan lebih memilih mengurus pekerjaan

rumah plus menafkahi anak-anaknya sendiri daripada mencari pendamping hidup yang baru padahal sudah masuk masa ‘iddah-nya” sedangkan, seorang laki-laki yang ditinggal mati oleh istrinya, cenderung akan lebih membutuhkan pendamping hidup yang baru untuk mengurus anak-anak mereka. Apakah ini karena karakter wanita dan pria berbeda? Atau memang hakikatnya seperti itu?

Menurut saya, terjadinya hal ini karena karakter wanita yang cenderung lebih setia dibandingkan pria. Dan karakter pria yang tidak bisa hidup sendirian tanpa pendamping hidup. Itu semua sudah hakikat karakter masing-masing terlebih manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan teman untuk bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Karakter wanita yang menurut saya lebih keras dan keukeh selalu lebih menonjol sifatnya dan menjadikan wanita single parent atau janda lebih bisa mandiri dan merasa dirinya bisa melakukan semuanya tanpa bantuan siapapun. Bisa jadi, wanita bekerja keras untuk menafkahi anak-anaknya sekaligus menyibukkan diri melupakan hal terpahit bersama pasangannya di masa lampau.

Jadi, tak salah bila wanita adalah makhluk terkuat yang ada di bumi. Wanita pun lebih dihargai dan dicintai di syurga karena kesabaran hatinya, ketulusannya, kesetiaanya, dan kasih sayangnya. Walaupun katanya, lebih banyak wanita yang mengisi neraka. Tetaplah hargai wanita-wanita yang kuat dan selalu menyayanginya. Special for our MOTHER.

~Hormatilah wanita~ ©Fakhroyy

 

Kategori: Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WhatsApp Me