Berbicara tentang pesona budaya Indonesia memang tidak pernah ada habisnya. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang beragam, termasuk peninggalan sejarah yang masih terjaga sampai saat ini. Dari sabang sampai merauke, keragaman budaya  tersebar luas di setiap daerah.

Salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi adalah peninggalan yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Untuk dapat ditetapkan sebagai cagar budaya, benda-benda tersebut minimal sudah berumur sekurang-kurangnya 50 tahun.

Tabir peradaban bumi sriwijaya terdapat di Sumatera Selatan. Kerajaan yang menjadi kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Indonesia ini dimulai dari kota Lahat. Beberapa peninggalan kerajaan sriwijaya tersimpan di Desa Gunung Kaya Kabupaten Lahat.

Kabupaten Lahat, sebuah kabupaten di Sumatera Selatan menjadi gudang peninggalan benda-benda purbakala bernilai sejarah yang memiliki situs megalitikum terbanyak di Indonesia. Sebuah tempat yang merupakan kabupaten tertua di Sumatera Selatan ini berbatasan dengan Kota Pagaralam yang juga penuh dengan warisan budaya.

Pantas saja Lahat menjadi kabupaten tertua di Sumatera Selatan karena memiliki surga megalit yang usianya sekitar 2000-3000 tahun. Selain itu, Lahat juga berhasil menyabet rekor MURI sebagai kabupaten pemilik situs megalit terbanyak di Indonesia pada tahun 2012.

Bagaimana tidak, situs megalitikum ini memiliki 1027 peninggalan megalit di 40 situs yang tercatat oleh Museum Rekor Indonesia hingga saat ini. Bahkan, situs lovely planet pun menetapkan situs ini sebagai peninggalan zaman megalitik terbaik di Indonesia.

Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini membutuhkan waktu sekitar enam jam dari Palembang yang menjadi pusat kota, melalui perjalanan darat. Jika ingin ditempuh dengan waktu yang singkat, wisatawan dapat menggunakan moda transportasi pesawat terbang yang hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Berkunjung ke tempat-tempat seperti ini menjadi alternatif yang lebih menyenangkan untuk mengetahui dan mempelajari sejarah dan kekayaan budaya yang begitu beragam dengan metode yang lebih menarik.  Selain dengan metode pembelajaran sejarah formal yang masih terbatas dan  cenderung normatif terasa lebih monoton, itu juga kurang mampu dihayati nilai-nilainya.

Beberapa situs megalitik yang sudah teridentifikasi dan dapat dieksplorasi oleh wisatawan diantaranya adalah temuan berupa dolmen, arca, menhir, batu datar, lesung batu, tempayan kubur, dan masih banyak yang lainnya. Ukuran megalit ini sendiri hampir sebesar rumah-rumah yang berada di sekitar Kabupaten Lahat.

Satu persatu situs megalit ini ditemukan di sekitar kebun kopi, ladang, persawahan dan ada juga yang berada di pekarangan rumah warga. Pesona situs megalit ini semakin bertambah karena letaknya berada di wilayah yang dikelilingi bukit-bukit dan pepohonan mahoni besar.

Dari sekian banyak situs yang ada di Lahat, salah satu situs yang paling terkenal adalah situs megalitikum batu macan lahat. Batu macan ini dianggap sebagai simbol penjaga dari perzinahan dan pertumpahan darah. Situs ini erat kaitannya dengan legenda si pahit lidah yang kental di lingkungan masyarakat.


Kabupaten Lahat – Seganti Setungguan

Kepercayaan masyarakat mengenai legenda ini yaitu apabila ada seorang wanita yang berzinah di suatu desa, maka ia harus menyembelih kambing untuk membersihkan rumahnya. Sebelum kambingnya disembelih, ia terlebih dahulu dikucilkan.

Jika wanita tersebut mengandung lalu melahirkan, maka harus menyembelih kerbau. Saat semua persyaratan sudah dipenuhi, maka wanita ini baru dapat diterima kembali. Situs megalit satu ini merupakan salah satu situs yang kental dengan kebudayaan masyarakat di sekitar. Oleh karena itu, aset kebudayaan ini perlu dijaga dan dilestarikan.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan daya tarik wisata menjadi tantangan tersendiri. Lokasi megalitik yang tersebar di berbagai tempat dan berjauhan menjadikan situs-situs ini tidak mudah untuk dikumpulkan di satu museum. Ini disebabkan oleh peninggalan sejarah harus tetap berada di tempat aslinya.

Dengan banyaknya penghargaan demi penghargaan yang di dapat situs megalitik ini, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi terkenal dengan warisan bernilai budaya tinggi di kancah internasional. Namun pencapaian itu tidak dapat terealisasikan dengan baik jika tidak disertai dukungan.

Selain upaya pemerintah untuk terus mengembangkan pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, peran serta masyarakat untuk mempertahankan keberadaan cagar budaya juga sangat diperlukan. Salah satunya dengan cara melibatkan dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut berperan dalam pelestariannya.

Cagar budaya tidak hanya harus dilindungi keberadaannya akan tetapi juga perlu dilestarikan. Ironinya, tidak sedikit cagar budaya yang minim perhatian berganti menjadi bangunan-bangunan baru yang lebih modern.

Generasi muda memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi cagar budaya. Salah satu usaha sederhana dalam melestarikan warisan kebudayaan yang memiliki nilai sejarah dapat dilakukan dengan cara mengunjungi beberapa cagar budaya, salah satunya situs megalitikum di Lahat ini.

Wisata budaya atau yang biasa dikenal dengan wisata pusaka (heritage tourism) dapat menambah devisa untuk pembangunan daerahnya. Devisa ini akan menjadi kontributor utama bagi perawatan cagar budaya agar dapat terkelola dan terawat dengan baik

Selain itu, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman lintas budaya dan menanamkan semangat kebangsaan. Degan terus mengembangkan berbagai strategi untuk mengelola peninggalan bersejarah tersebut, maka destinasi pariwasata budaya akan menjadi semakin memesona.

 

Rani Dwi Handayani Author Of Article

 

Artikel ini mendapat juara ketiga pada perlombaan menulis artikel yang diselenggarakan oleh  Cagar Budaya dan Museum dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

 

View this post on Instagram

Bonjour 🌸

A post shared by Rani Dwi Handayani (@rd.handayani) on

Yuk Follow Akun Instagram Rani Dwi Handayani

 

Kategori: Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat WhatsApp Me