Setiap manusia yang lahir di bumi mempunyai keadaan yang sama yaitu ketidaktahuan tentang sesuatu. Sebagaimana yang dikisahkan tentang Nabi Adam AS diajari langsung oleh Allah SWT tentang nama-nama benda, Allah SWT berfirman,

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya … (Al-Baqarah : 31)

Seiring bertambahnya usia, manusia seyogyanya memiliki 2 komponen penting di dalam hidupnya yaitu knowledge dan skill. Knowledge memiliki arti pengetahuan dan skill memiliki arti keterampilan. Lalu, bagaimana cara mendapatkan 2 komponen tersebut? Yuk lanjutin bacanya!

Komponen yang pertama adalah pengetahuan, pengetahuan bisa kita dapati dimana saja dan kapan saja, seperti belajar di kelas, membaca buku hingga melihat perilaku orang lain pun bisa menambah pengetahuan. Berbeda dengan komponen kedua yaitu keterampilan, komponen ini memiliki trik khusus untuk mendapatkannya diantatanya dengan berlatih dari hobi yang dimiliki hingga berkecimpung di dunia organisasi.

Dua komponen tersebut tidak bisa dipisahkan, keduanya memiliki relasi yang saling berkaitan. Pada akhirnya tujuan dari memiliki dan mengembangan 2 komponen tersebut agar menjadi insan yang berpengetahuan dengan kualitas terbaik dan memiliki keterampilan dengan kuantitas terbanyak.

Saat ini, saya sedang mengembangkan pengetahuan di dalam bidang Ekonomi Syariah, sebagai ekonom muslim sudah tidak dipungkiri lagi harus memiliki wawasan yang luas karena persaingan yang terus tumbuh dan berkembang. Menjadi ekonom muslim dapat membentuk karakter menjadi lebih terarah, dapat memahami dunia syariah maupun konvensional.

Menteri Keuangan Republik Indonesia yaitu Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D pernah berkata,

“Indonesia yang bermutu, memerlukan pemerintahan yang teguh dan bersih”

Sebagai warga yang cinta tanah air, saya harus menjadi bagian dari sektor pribadi yang memiliki mutu yang terbaik, dengan mengedepankan 2 komponen dapat mengembangan intelektual pada diri ini.

Mentransformasi dari kalimat Menteri Keuangan, yang menjadikan saya yakin untuk mewakafkan diri kepada jurusan tercinta, Ekonomi Syariah.

“Jiwa yang bermutu, memerlukan komponen yaitu pengetahuan dan keterampilan”

Mencintai jurusan perlu dibuktikan, bukan hanya sekadar omong kosong belaka. Membangun jurusan perlu kebersamaan, dengan wadah himpunan ini saya ingin bergabung bersama untuk membangun jurusan tercinta.

Bidang yang saya minati adalah pengembangan intelektual, bidang yang sangat cocok untuk mengembangkan intelektual. Implementasi bidang ini untuk membantu, mewadahi dan juga menyalurkan intelektual masyarakat Ekonomi Syariah di dalam maupun di luar. Di dalam berarti dalam lingkup jurusan dan di luar berarti selain lingkup jurusan.

Saya pun mengajak kepada masyarakat ekonomi syariah untuk bersama-sama membangun jurusan tercinta.

Karena kalau bukan masyarakat ekonomi syariah, siapa lagi?

Kalau bukan melalui himpunan, dimana lagi?

Kalau bukan sekarang ketika menjadi mahasiswa, kapan lagi?

Saya Silvi Alfiah, siap untuk bergabung bersama dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me