Fakhri Putra Tanoto – 081546050502
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Manusia memiliki kuriositas yang tidak berhenti hingga nyawa tidak tertanam lagi di tubuhnya, keingintahuan yang terus berkembang hingga menggelitikan mata untuk cepat pokus kepada cuitan media sosial. Tidak dapat dipungkiri era zaman modern saat ini media sosial menjadi lahan penyebar informasi, sisi positif dan negatif tentu ada di dalamnya. Cuitan yang masih bersemi dipandangan mata adalah mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Mata kurang tertarik untuk menengok Kementerian Keungan yang menaungi APBN, bagi mata yang berpaling menengok hal itu hanya urusan orang yang ada di dalamnya, tapi di dalam tulisan ini saya berkata itu semua salah. Menengok Kementerian Keuangan yang menaungi APBN adalah kewajiban bagi mata kita bersama agar mengetahui tugas, pokok dan fungsi.

Lingkup APBN adalah suatu daftar yang memuat perincian sumber-sumber pendapatan negara dan jenis-jenis pengeluaran negara dalam jangan satu tahun, yang ditetapkan dengan undang-undangan dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. APBN dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945 Amendemen IV pasal 23 mengatur tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pancaindra menjadi aktif karena mata menerima banyak pertanyaan dan informasi mengenai APBN, tentu pola pikir setiap orang harus ideal. Ideal dalam arti sangat sesuai dengan apa yang dituju (objek pancaindra). Terdapat 3 fungsi unggul APBN yaitu,

Melalui tiga fungsi tersebut mata menerima informasi dari penglihatannya bahwa APBN sangat perlu untuk diadakan, karena untuk mengatur keuangan dibutuhkan sekelompok orang yang mewakafkan dirinya untuk negara melalui Kementerian Keuangan. Setidaknya manfaat yang dirasakan ialah :

  1. Mengetahui arah, tujuan, serta prioritas pembangunan yang akan dibuat atau yang sedang berlangsung.
  2. Memiliki tabungan masyarakat untuk negara yang dikelola oleh APBN.
  3. Meningkatkan produksi, lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian untuk kemakmuran masyarakat.

Pasti berpikir dari mana pendapatan APBN tersebut? Bagaimana bisa manfaat itu dirasakan jika kita tidak mengetahui bahwa kita telah berkontribusi untuk APBN, beberapa pemasukan bagi APBN diantaranya adalah :

  1. Pemasukan dari perpajakan.
  2. Pemasukan negara bukan pajak (PNBJ).
  3. Penerimaan hibah.

Setelah membaca tulisan ini saya berharap untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui APBN, berkontribusi dan dukungan adalah hal penting karena Pemerintahan khususnya Kementerian Keuangan tidak bisa menjalankan segala program kerjanya jika tidak ada dukungan dari masyarakat.

Mahasiswa menjadi tertantang untuk menjawab semua keresahan yang terjadi di Indonesia, polemik yang terjadi harus bisa terselesaikan satu demi satu agar kemakmuran dapat di raih bersama.

Kalau bukan kita, siapa lagi?
Kalau sekarang, kapan lagi?
Kalau bukan di Indonesia, dimana lagi?
Kalau bukan APBN, apa lagi?

      #HidupAPBN
#APBNuntukIndonesia


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me