Sinar pagi matahari menitikkan setiap sudut ruang planet bumi, kicauan burung yang masih belum menampakkan tubuhnya dibalik dedaunan. Hempasan angin dari Timur ke Barat seakan membuat pagi ini semakin ceria. Bismillah mari kita mulaikan saja.

Membumikan adalah makna kiasan bagi para pencipta alam, memiliki arti mendekatkan sesuatu yang diinginkan ada pada pijakan bumi. Alquran yang menjadi pedoman kitab suci umat muslim masih jauh dari kehidupan atau bisa disebut Alquran masih ada di atas langit. Sejatinya, umat muslim harus selalu mengajak Alquran dalam kehidupan. Alquran menjadi petunjuk dalam langkah kehidupan, meniadakan kesesatan dalam langkah yang diambil. Teringat pada salah satu ayat di dalam Alquran yaitu,

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barang siapa yang menaati Rasul (mengikuti Assunah), maka ia telah menaati Allah (mengikuti Alquran)” (An-Nisa : 80)

Penerapan Alquran di dalam kehidupan merupakan pengambilan buah di dalam agama Islam, mengambil kemanisan di dalamnya adalah sebuah anugerah yang tak terhingga. Terdapat langkah-langkah usaha membumikan Alquran guna mendapatkan manisnya kitab suci umat Islam,

  1. Membaca Alquran
  2. Mendengar bacaan Alquran
  3. Menghafal Alquran
  4. Mengkaji Alquran
  5. Mengamalkan Alquran

Problematika di era modern saat ini ada pada poin kelima, yaitu mengamalkan Alquran. Mengamalkan Alquran berarti mengimplementasikan makna Alquran dalam kehidupan. Saat ini, cukup banyak orang yang melalukan langkah dari yang pertama sampai yang keempat, tetapi sulit untuk menuju langkah yang kelima. Sejatinya, semakin orang bertahap ke langkah yang berikutnya maka semakin sulit cobaan dan godaan yang datang pada dirinya. Sehingga yang terjadi di era modern saat ini, orang yang tau atau paham akan sesuatu ia diam tidak bergerak hati dan perilakunya, sedangkan orang yang tidak tau atau tidak paham ia banyak bergerak, seperti inilah problematika di Indonesia yaitu penyebaran informasi yang tidak benar, atau yang lebih akrab disebut hoax.

Implisit manusia berkewajiban untuk memberikan apa yang ia dapat dari orang lain, dalam hal ini Tan Malaka seorang revolusioner yang terlupakan membuat suatu gebrakan memanusiakan manusia dalam mencerdaskan rakyat Indonesia. Cerdas dalam bertindak dan memilih langkah, menghindari hal yang tidak selayaknya untuk di dekati.

Oleh karenanya, melalui tulisan ini saya mengajak kepada para pembaca untuk bersama-sama memberi ikatan kepada Alquran dan manusia. Karena, keduanya memang tidak bisa untuk pisahkan dalam hal apapun, jangan sampai terkontaminasi oleh siapapun dan apapun, hilangkan segala alasan untuk menjadi yang lebih baik.

Merry Riana berkata, “Alasan itu hanyalah untuk orang yang lemah, alasan itu hanyalah untuk orang yang tidak bisa menerima realita. Dan orang gagal hanya bisa menyalahkan keadaan”

Kalau bukan sekarang kapan lagi membumikan Alquran?

Kalau bukan kita siapa lagi yang memanusiakan manusia?

Kalau bukan berawal dari jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, dari mana lagi?

Kalau bukan karena kecintaan kepada Alquran, apa lagi?

Mari kita menjadi generasi unggul yang bermatabat, berkandung dari jurusan tercinta, Ilmu Alquran dan Tafsir.

#SMMILADIAT2018

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me