Deposito merupakan salah satu alternatif tabungan yang bisa dipilih, hal yang berbeda dengan tabungan lainnya adalah deposito memiliki sistem tabungan berjangka. Jadi pada umumnya jika mendepositokan uang ke bank, kita hanya bisa melakukan penyetoran dan penarikan uangnya sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan. Biasanya bank menjangka waktu deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan dan 24 bulan.

Sekitar 2 bulan lalu (dari dipostingnya tulisnya ini) saya mencoba untuk mendepositokan uang. Setelah mencari informasi bank dari berbagai sumber, akhirnya saya tertarik untuk mendepositokan uang di BPRS HIK Parahyangan. Bank Pembiyaan Rakyat Syariah – Harta Insan Karimah Parahyangan (BPRS HIK Parahyangan) ini mempunyai visi “Terwujudnya Bank Syariah yang Unggul dan Terpercaya”.

Pada akhirnya pada tanggal 9 Maret 2020 saya mengunjungi BPRS HIK Parahyangan yang berada di Cileunyi, Bandung. Langkahnya diawali dari pengambilan nomor antrian dan menunggu sampai CS memanggil, tidak lama menunggu saya dipanggil oleh CS dan ditanyakan keperluannya. Dengan sponstan aya sampaikan bahwa ingin mendepositokan uang dengan jumlah Rp. 200.000.000 dengan rentan waktu 12 bulan.

Sebelum saya mengunjungi BPRS HIK Parahyangan ini, saya sudah hitung-hitungan perkiraan jumlah yang didapatkan jika mendepositokan uang dengan nominal tersebut. Saya dibantu oleh Silvi Alfiah yang kebetulan waktu itu sempat magang di BPRS HIK Parahyangan ini.


Nisbah BPRS HIK Parahyangan

Jika kita menabung di bank syariah sudah tidak aneh dengan istilah nisbah. Nisbah merupakan pembagian hasil dengan cara Islam untuk membagi keuntungan dengan rata dan sesuai. Disini lebih tepatnya antara nasabah dan pihak bank agar saling membantu satu sama lain. Gambar di atas ada perkiraan nisbah yang didapat antara nasbah dan bank, jika saya mendepositokan uang dengan jangka waktu 12 bulan maka pembagian yang didapat adalah 45% untuk nasabah dan 55% nya untuk bank.

Setiap bulannya ER pa (estimasi bagi hasil) pada nisbah deposito mengalami perubahan, mengapa demikian? karena nisbah tergantung dengan pendapatan operasional bank saat itu, jika pendapatan bank sedang naik maka nisbah yang diberikan pun meningkat, begitu pula jika pendapatan bank sedang turun maka nisbah yang diberikan pun menurun. Gambar di atas merupakan bagi hasil bulan Mei 2020 berdasarkan pendapatan operasional bank bulan April 2020.

Simulasi perhitungannya sebagai berikut, 200.000.0000 x 9,73 : 12 – 20% (pajak). Penghasilan bersih ketika sudah dipotong pajak sebesar 20% dari jumlah yang seharusnya didapatkan. Ini lah yang akhirnya saya ingin mendepositokan uang di BPRS HIK Parahyangan, karena nisbah yang cukup besar daripada bank yang lainnya. Selain itu ada keungggulan lainnya, diantaranya yaitu :

Keunggulan Deposito BPRS HIK Parahyangan :

  • Minimal deposito sebesar Rp. 1.000.000
  • Jangka waktu deposito mulai dari 1, 3, 6 dan 12 bulan
  • Tidak adanya pinalti/denda jika uang deposito diambil sebelum jatuh tempo
  • Dana aman dan terjamin
  • Pengelolaan dana secara syariah
  • Bagi hasil yang kompetitif
  • Dapat dijadikan jaminan pembiayaan

Hampir setiap bank yang saya cek mengenai sistem depositonya ada sistem pinalti/denda, sistem ini bertujuan agar nasabah tidak menarik uangnya terlebih dahulu dari tempo yang sudah disepakati. Misal, saya deposito bulan Mei dengan jangka waktu 3 bulan, maka terhitung dari bulan Juni – Agustus. Ternyata  pada bulan Juli saya ingin menarik uang deposito, disinilah sistem pinalti/denda berlaku. Nanti diakhir penarikan ada potongan dari selisih waktu atau jumlah yang sudah disepakati diawal.

Untuk pencairan hasil deposito BPRS HIK Parahyangan mempunyai 2 cara,

  1. Dicarikan ke rekening nasabah HIK Parahyangan
  2. Ditransfer ke rekening yang didaftarkan ketika akad

Dari dua cara tersebut, saya memilih yang nomor 2. Kebetulan saya tidak memiliki rekening di HIK Parahyangan, akhirnya saya alihkan hasil depositonya ke rekening yang saya miliki. Selain itu deposito di HIK Parahyangan pun mempunyai sistem referal dari nasabah. Misal, kita diajak oleh nasabah HIK Parahyangan untuk mendepositokan uang maka nasabah tersebut mendapatkan keuntungan. Dari sistem ini, saya memakai referal nasabah Silvi Alfiah, ya lumayanlah sekitar Rp. 200.000 tiap bulan masuk ke rekening HIK Parahyangan yang dimilikinya bersamaan dengan cairnya deposito.

Kurang lebih seperti itu pengalaman saya mendepositokan uang di BPRS HIK Parahyangan, dan sampai saat ini saya merasa puas dengan nisbah yang didapatkan, tengkyuuuu!


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *