Program tahfizh merupakan rangkaian program yang harus diikuti oleh mahasiswa/i UIN Sunan Gnung Djati Bandung sebagai persyaratan untuk bisa mengikuti ujian akhir, yaitu komprehensif dan munaqosah. Khusus program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, program tahfizh sebanyak 3 juz. Hal ini tentu berbeda dengan program studi yang lain yaitu 1 juz.

Mahasiswa bisa melaksanakan program tahfizh ketika sudah duduk di semester 6. Saat ini, saya sedang merasakan hal tersebut dan sudah dibagikan kelompok program tahfizh dengan satu dosen pembina. Saya mendapat kelompok 6 dengan dosen pembina Nablur Rahman A. Lc., M.Hum. Daftar kelompok merupakan bagian lampiran dari Surat Tugas Dekan Fakultas Ushuluddin dengan nomor : B-612/Un.05/III.1/PP.00.9/03/2020. Jika ingin melihat daftar kelompok sila klik di bawah ini,

 

Setiap kelompok berjumlahkan 20 orang, dan inilah teman sejawat di kelompok 6 tahfizh :

  1. Deuis Fauziah
  2. Devia Siti Fatimah
  3. Devita Tarisa
  4. Dhiya Fauzia Fahrudini Musthofa
  5. Dian Windari
  6. Dion Prayoga
  7. Dodi Insan Kamil
  8. Dody Kurniady
  9. Dwi Siti Maesaroh
  10. Edi
  11. Encep Iim A’nnunaim M.
  12. Eneng Nurlatipah
  13. Erfin Irwansyah Putra
  14. Ernisa Ayu
  15. Fajar Faisal Tanjung Bahri
  16. Fajri Islam Yoesoef
  17. Fakhri Putra Tanoto
  18. Farhan Mauli
  19. Fina Khairun Nisa Ihya
  20. Firda Khoerunnisa

Seperti bernostalgia, teman sejawat di kelompok 6 tahfizh ini ternyata adalah teman awal waktu di semester 1, kami sempat merasakan satu kelas bersama sampai akhirnya ada program kelas bilingual arab dan inggris dan beberapa orang pindah ke kelas khusus arab dan inggris, termasuk saya. Saya pindah ke kelas khusus arab yaitu kelas D.

Dengan kondisi pandemi covid-19 ini pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang Work From Home (WFH) termasuk UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Proses perkuliahan akademik dan non akademik tetap berjalan dengan melalui media daring, salah satunya adalah program tahfizh ini. Untuk pertama kalinya program tahfizh di laksanakan melalui media daring, dengan sistem yang berbeda-beda sesuai dengan arahan dosen pembina atau kesepakatan antara dosen dengan mahasiswa.

Kelompok saya mengikuti arahan dosen pembina yaitu setoran melalui video call whatsapp pada setiap hari Jumat tepat setelah shalat dzuhur atau shalat jumat. Sebelum hari Jumat, mahasiswa/i membuat list daftar yang siap untuk menyetorkan hafalannya, lalu dosen pembina akan menghubunginya secara langsung.

Jumlah hafalan yang disetorkan kepada pembina yaitu 3 juz. Juz yang wajib disetorkan adalah juz 30, lalu 2 juz berikutnya dikembalikan kepada kemampuan mahasiswa/i dengan pilihan sebagai berikut :

  • Juz 30, Juz 29 dan Juz 28
  • Juz 30, Juz 1 dan Juz 2
  • Juz 30, Juz 29 dan Juz 1

Dari tiga pilihan tersebut saya mengambil yang kedua, semoga bisa lancar dalam menghafal serta memurojaahkan hafalan yang sudah ada sebelumnya. Mahasiswa bisa menyetorkan hafalannya dengan cicilan, maksudnya dengan beberapa surah kalau juz 30 atau setengah juz. Ini tentu mempermudah mahasiswa/i untuk lebih memantapkan hafalannya sebelum disetorkan kepada pembina.

Semoga lancar segala kegiatan progam akademik dan non akademik terutama program tahfizh ini dan memperoleh keberkahan dari tiap huruf yang dibacakan serta nilai yang memuaskan. Semangat kepada keluarga besar Ilmu Al-Quran dan Tafsir 2017 khususnya teman sejawat di kelompok 6 tahfizh.

 

 


1 Komentar

Deuis Fauziah · Juni 16, 2020 pada 2:01 am

Pasti ng Ss nya ga bilang2 bp wkwkw, ekspresi nya pada begitu haha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *