Psikologi sebagai ilmu pada saat ini masih diwarnai oleh konsep-konsep ilmiah dari Barat. Isitilah ilmu itu sendiri dipergunakan untuk menerjemahkan kata sains yang bersifat empirik dan materialistik. Dalam Bahasa Arab kata ilmu berarti pengetahuan, baik yang empirik, filosofis maupun pancaindra maupun berdasarkan ilham atau wahyu. Oleh karena itu sains sering diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab dengan ilmu at-tajribah (Ilmu Eksperimental). Selain kata ilmu, masih banyak lagi istilah Bahasa Arab yang mempunyai pengertian atau setidak-tidaknya memiliki konotasi  yang berbeda dengan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia atau bahasa lain. Para ilmuan Muslim diharapkan berusaha terus mengembangkan ilmunya agar mampu menafsirkan konsep-konsep di dalam Alquran untuk dijadikan landasan pembahasan ilmiah.

Alquran yang terutama memperhatikan pemberian petunjuk kepada manusia menuju iman yang benar dan perilaku yang berbudi, juga memberikan pandangan berharga tentang manusia dan sifatnya. Walaupun demikian, Alquran tidak memusatkan perhatiannya pada aspek-aspek fisik dan biologis manusia, atau paling tidak aspek ini bukan merupakan perhatian utama Alquran. Tabiat Psyche (jiwa) manusia (aspek sosial, moram dan spiritualnya) yang membentuk tema sentral wacana Alquran tentang manusia.

Alquran menggunakan beberapa kata seperti roh, nafs, qalb. Berikut kata tersebut di dalam Alquran :

1. Nafs

Sering diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan jiwa. Dari ayat-ayat di bawah ini dapat pula kata nafs diterjemahkan dengan diri atau pribadi.

 وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا   فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا  قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا  وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Dan jiwa (pribadi) serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (diri pribadinya). Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (Q.S. Asy. Syams : 7 – 10 )

 

Ayat Alquran yang lainnya ada pada surah :

1. An – Naziat : 40 – 41

2. Al – A’raaf : 172

3. Yusuf : 53

Dari terjemahan ayat Alquran mengenai kata nafs yang dapat berarti jiwa, pribadi dan diri sendiri. Kita dapat menggolongan jiwa atau pribadi ke dalam 3 macam, yaitu :

1. Nafsu Al-Amarah

Pribadi yang cenderung pada kejahatan, cenderung mengikuti kebutuhan biologis, hawa nafsu.

2. Nafsu Al-Lawwamah 

Pribadi yang menyesali dirinya sendiri, karena adanya konflik batin.

3. Nafsu Al-Muthmainnah

Pribadi yang tenang karena dengan tulus ikhlas melaksanakan perintah Allah sesuai kemapuan dan meninggalkan larangan Allah.

 

2. Roh 

Dalam KBBI kata roh memiliki arti unsur yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya hidup (kehidupan), berikut ayat Alquran yang berhubungan dengan roh :

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh, jawablah : roh itu termasuk urusan tuhanku, dan tidaklah kamu diberi ilmu melainkan sedikit: (Q.S. Al-Isra : 85)

 

Ayat Alquran yang lainnya ada pada surah :

1. At-Tahrim : 12

2. Maryam : 17

3. Al-Ma’arij : 4

Kata roh di dalam Alquran mempunyai berbagai makna, antara lain menurut ahli tafsir berarti Quran, Wahyu, Jibril dan Jiwa. Ada juga yang menafsirkan dengan penekanan pada fungsinya (bukan subtansinya) seperti menguatkan iman, tauhid, penegak nafs, hidayah, dan sifat-sifat rohaniyah lainnya.

 

3. Af’idah

Af’idah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu hati. kata hati, hati nurani atau bakal budi. Beberapa ayat yang mengandung kata af’idah atau fuad antara lain :

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahuo sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (akal budi) agar kamu bersyukur” (Q.S. An-Nahl : 78)

 

Ayat Alquran yang lainnya ada pada surah :

1. Al-Mu’minun : 78

2. As-Sajadah : 9

3. Al-Mulk : 23

Selain ketiga istilah di atas (Nafs, Roh, Af’idah) masih banyak lagi istilah psikologi dalam Alquran yang perlu direnungkan dan dikembangkan oleh para ilmuan Muslim seperti, akal, pikir, qalbu, sirrun, basiran, asa, syahwat, rahmat dan lain-lain.

Kesimpulannya adalah Alquran telah lama mendefinisikan konsep psikologi. Alquran tidak hanya membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan fisik dan biologis manusia saja, tetapi juga membahas tentang jiwa (psikis) manusia. Tabiat psyche (jiwa) manusia (aspek sosial, moram dan spiritualnya) yang membentuk tema sentral wacana Alquran tentang manusia. Dalam Alquran ada beberapa istilah yang berkaitan dengan psikologis, seperti nafs, walb, af’idah.

 

 

Sumber : Pengantar Psikologi dan Pandangan Alquran tentang Psikologi

Kategori: Tugas

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me