Hallo Sahabat Traveler …

Review saat ini mengenai liburan yang sudah di lakukan pekan lalu tepatnya pada tanggal 2 s/d 5 Agustus 2018,  acara yang telah diselenggarakannya di Dieng merupakan acara tahunan masyarakat sekitar Dieng yang diberi nama Dieng Culture Festival 2018. Awalnya saya tidak mengira bahwa saya dapat menghadiri acara Dieng Culture Festival 2018 tetapi berkat mengikuti Perlombaan Kontes Blog yang diselenggarakan oleh Amabel Travel dan Alhamdulillah saya mendapat juara  kesatu sehingga hadiah yang diberikan merupakan tiket gratis untuk mengikuti rangkaian acara Dieng Culture Festival 2018.

Bagi anda yang belum membaca artikel review Perlombaan Kontes Blog Amabel Travel, klik judulnya dibawah ini yaa!

Pulau Sumba Bagaikan Mutiara Tersembunyi Di Indonesia – Amabel Travel

Hasil Pengumuman Lomba Kontes Blog Amabel

Kebudayaan merupakan peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya, baik peninggalan kebudayaan dalam bentuk fisik yang tampak (tangible) maupun kebudayaan yang tak tampak (intangible). Dalam hal pengembangan  pariwisata berbasis komunitas dan pariwisata berkelanjutan, kebudayaan lokal menjadi aset penting yang bernilai tinggi, wajib dijaga sekaligus dilestarikan.

Diberbagai wilayah wisata di Indonesia, seperti Bali, Yogyakarta, Toraja, Papua dan wilayah lainnya. Kebudayaan menjadi ikon dan aset yang dijaga keberadaannya. Budaya bagi pariwisata, bukan semata tentang daya tarik, tapi warisan kebudayaan juga sebagai tatanan nilai untuk  menjaga kearifan dalam bentuk  adat istiadat yang dipegang teguh oleh masyarakat. Dieng juga memiliki warisan kebudayaan yang tinggi, peninggalan sejarah berupa ragam candi berikut artefak yang ada menunjukan Dieng pada masa lalu adalah pusat peradaban kebudayaan. Dieng disebut juga Di Hyang yang artinya taman dewa atau negeri para dewa.

Dieng Cutulre Festival ini bukan semata untuk mengenalkan potensi wisata di dataran tinggi Dieng, tapi juga sebagai tempat belajar banyak orang yang terlibat, sekaligus mempertemukan para pelaku kreatif dalam bidang pariwisata dari seluruh Indonesia. Salah satunya termasuk di dalamnya pelaku ekonomi usaha kecil pedesaan di sekitar dataran tinggi Dieng.

Pada penyelenggaraan Dieng Culture Festival ke-9 tahun 2018 ini, Pokdarwis Dieng Pandawa selaku penyelenggara Dieng Culture Festival akan mencoba memberikan layanan yang lebih baik seperti menyediakan home stay, konsumsi sekaligus bagi peserta yang membeli paket tiket. Pada tahun sebelumnya panitia hanya menjual tiket tidak termasuk dengan penginapan dan konsumi bagi peserta Dieng Culture Festival.

Trip Dieng Culture Festival 2018 dipandu oleh seseorang yang sangat ramah sekali, kami peserta trip akrab menyapanya dengan panggilan Mas Iwan, beliaulah yang memandu selama perjalanan selama pergi ke Dieng, ketika kegiatan Dieng Culture Festival dan pulang menuju Jakarta.

Meeting point yang dijadwalkan di Plaza Semanggi Jakarta menjadi tempat titik kumpul pertama para peserta dan pemandu Trip Dieng Culture Festival 2018. Mobil elf yang kami tumpangi identik dengan hewan panda menjadi kelucuan dan kegembiraan selama perjalanan karena bagi kami ini adalah satu-satunya mobil elf yang mengidentikan wujudnya dengan hiasan binatang panda.

Keberangkatan yang dimulai pada pukul 20.11 WIB hingga kami sampai di lokasi Home Stay Arjuna II Dieng Plateau pada pukul 09.56 WIB, suasana dingin saat itu mencapai hingga 8 °C. Tubuh kami belum beradaptasi dengan cuaca Dieng Plateau sehingga banyak dari peserta Amabel Travel yang merasa kedinginan, sambil merapihkan peralatan barang yang dibawa ke kamar masing-masing ternyata panitia Amabel Travel telah mempersiapkan makan untuk kami. Setelah santapan makan pertama kami kaum adam bergegas untuk menunaikan ibadah salat jumat di Masjid Baiturrohman.

Rundown acara yang telah diumumkan beberapa hari sebelum pelaksanaan Trip Dieng Culture Festival 2018 ini menjadi acuan kegiatan selama di Dieng, berikut rundown acaranya :

HARI PERTAMA (2 Agustus)
18.30 : Meeting Point Plaza Semanggi-Jakarta
19.00 : Perjalanan menuju Dieng

HARI KEDUA (3 Agustus) (Seminar budaya,Sarah sehan agama,Jazz atas awan 2018)
07.30 : Perkiraan tiba di Dieng dan sarapan ( makan 1)
09.00-10.00 : Sampai di dataran tinggi Dieng & Cek in Home stay
10.00-13.00 : Istirahat bersih-bersih Prepare Tour Wisata Dieng & Makan siang (makan 2)
13.00-14.00 : Mengunjungi Obyek wisata DPT (Dieng plateau theater)
14.00-15.00 : Mengunjungi Obyek wisata Batu Ratapan Angin
15.00-16.00 : Mengunjungi Obyek wisata Telaga Warna
16.00-17.00 : Perjlanan kembali ke Home stay & Istirahat
17.00-18.00 : Persiapan makan malam (makan 3)
18.00-19.00 : Prepare menyaksikan Jazz atas awan 2018
19.00-20.00 : Perjalanan menuju panggung utama Jazz atas awan 2018 (Area candi)
20.00-23.00 : Menyaksikan Pagelaran Jazz atas awan 2018 di balut dengan Udara 4c & Menikmati spesial barbeque
23.00-23.30 : Kembali ke Home stay Prepare sikunir

HARI KETIGA (4 Agustus) (Akustik pesta lampion,Akustik kembang api,Sendratari)
02.00-03.00 : Bangun & Perjalanan menuju Desa tertinggi di Pulau jawa (Sembungan village)
03.00-04.00 : Sampai di desa tertinggi di pulau jawa & Perjalan menuju bukit sikunir
04.00-05.00 : Sampai Di spot puncak bukit sikunir
05.00-06.30 : Enjoy Golden sunrise sikunir view
07.00-08.00 : Perjalanan Turun dari bukit Sikunir & Menikmati panorama alam Telaga Cebong
08.00-09.00 : Kembali ke Home stay
09.00-12.00 : Sampai di Home stay, Istirahat & Makan siang (makan 4)
13.00-14.00 : Mengunjungi Obyek wisata kawah sikidang
14.00-15.00 : Mengunjungi Obyek wisata Musium kailasa
15.00-16.00 : Mengunjungi Obyek wisata Candi Arjuna Kompleks
16.00-17.00 : Mengunjungi Pusat oleh-oleh khas Dieng
17.00-18.00 : Kembali ke Home stay & Makan malam (makan 5)
18.00-19.00 : Perjalanan menuju Area utama akustik pesta lampion
19.00-21.00 : Akustik pesta lampion & Menyaksikan Seni Sendratari LIVE
21.00-24.00 : Akustik pesta kembang Api
24.00-24.30 : Kembali ke Home stay & Istirahat

HARI KEEMPAT (5 Agustus) (Ruwat rambut Gimbal,Pertunjukan seni Tradisi,Pelarungan)
07.00-08.00 : Prepare,Packing & Sarapan (makan 6)
08.00-09.00 : Menyaksikan kirab budaya Pertunjukan seni Tradisi
09.00-10.00 : Menuju acara utama Dieng culture festival 2018
10.00-12.00 : Ritual pemotongan Rambut Gimbal
12.00-13.00 : Prepare kembali ke kota masing-masing
13.00-14.00 : Perjalanan kembali menuju Jakarta dan finish Trip

Sahabat Traveler bisa mengetahui kegiatan apa saja sih yang dilakukan oleh peserta trip Dieng Culture Festival 2018 dari Amabel Travel, sangat detail bukan? oleh karenanya jangan ragu lagi untuk ikut trip bersama Amabel Travel! Bukan hanya ke Dieng Plateau saja lho .. banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi bersama Amabel Travel, untuk selengkapnya bisa cek di website http://www.amabeltravel.com/.

Kegiatan malam pertama dalam Dieng Culture Festival 2018 adalah Jazz Atas Awan, wah .. seperti apa kegiatannya? Jazz Atas Awan adalah sebuah pertunjukan musik yang digagas oleh masyarakat Dieng dengan menggambungkan nuansa alam pegunungan Dieng dengan musik jazz nan sahdu, melahirkan nuansa roman di ketinggian 2020 mpdl. Jazz Atas Awan dibentuk dengan konsep kesederhanaan dimana semua orang adalah penampil dan semua bunyi adalah alunan jazz.


Panggung Jazz Atas Awan

Betapa dinginnya kegiatan ini karena out door hingga pada puncaknya malam sampai pada 3 °C, tetapi suasana yang ramai dan dikelilingi oleh api unggun membuat suasana sedikit menghangatkan tubuh. Pukul 01.00 WIB kami bergegas pulang ke home stay untuk beristirahat karena sebelum subuh kami akan pergi ke Bukit Sikunir.

Pukul 03.05 WIB kami dibangunkan oleh panitia yaitu Mbak Nur dan Mas Iwan, dengan menahan dinginnya cuaca memberanikan diri untuk melangkahkan kaki menuju Bukit Sikunir, tiba di bukit pada pukul 04.12 WIB menunggu matahari keluar dari singgarsananya agar menambah keimanan kepada Sang Maha Pencipta atas keindahan yang telah diberikan. Kami pun dengan cepat mengabadikan dengan swap foto bersama agar menjadi kenangan bahwa kami telah menginjakkan kaki di Bukit Sikunir.

 

Menjalin kekeluargaan para peserta dari Amabel Travel memang sangat diajungkan jempol karena para perserta memahami dengan kekeluargaan maka trip akan semakin indah dan nyaman, oleh karenanya yuk keliling Indonesia bersama Amabel Travel.

Dieng merupakan tempat yang mempunyai banyak potensi alam yang bisa dijadikan tempat wisata seperti Telaga Warna, Telaga Cembong, Kawah Sikadang, Candi Arjuna, Candi Dwarawati, Dieng Plateau (tempat pemutaran film tentang Dieng) dan masih banyak lagi. Di balik kekayaan alam yang sangat indah, kami bertemu dengan beberapa anak yang berambut bajang (rambut gimbal). Di Dieng mempunyai keturunan anak yang berambut gimbal sudah biasa tetapi sahabat traveler yang baru berkunjung ke Dieng dan melihat rambut gimbal maka akan bertanya-tanya tentang asal-usulnya.

Terdapat dua versi mengenai asal – usul anak gimbal ini, yaitu :

  1. Masyarakat Dieng yakin bahwa rambut gimbal adalah keturunan dari nene moyang yang menemukan daerah Dieng, yaitu Kyai Kolodate. Konon katanya Kyai Kolodate tidak akan pernah mandi dan mencuci rambutnya sebelum daerah yang ditemukan itu menjadi makmur. Masyarakat meyakini bahwa jika ada keturunan yang berambut gimbal maka ia akan hidup makmur.
  2. Masyarakat meyakinin bahwa sebab keturunan anak gimbal karena adanya gas belerang maka saat ibu mengandung ia sering menghirup gas belerang maka gen yang dihasilkan tidak sempurna sehingga melahirkan anak berambut gimbal.

Pada prosesi pemotongan rambut gimbal di hari akhir Dieng Culture Festival yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah yaitu H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP beserta istrinya yaitu Hj. Siti Atikoh Suryani salam dan lambaian tangan yang diberikan kepada peserta Dieng Culture Festival dan tamu undangan melahirkan keceriaan dalam wajah karena wibawa Dieng berada di daerah yang dipimpin oleh kewibawaan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Pada sambutan yang diberikan oleh pembawa acara, beliau menyampaikan kepada seganap hadirin yang hadir pada prosesi pemotongan rambut gimbal,

Pemotongan rambut gimbal adalah tradisi yang selalu diselenggarakan di Dieng, bahkan dikenal bukan hanya di nusantara tetapi di mancanegara. Sehingga pemotongan rambut gimbal di Dieng adalah satu-satunya tradisi yang ada di dunia.

Tidak hanya itu, ternyata Dieng Culture Festival dihadiri oleh seorang musisi yang berasal dari Jepang lho … seorang laki-laki yang bernama Hiroaki Kato atau yang akrab di panggil Hiro ini hadir bukan hanya pada prosesi pemotongan rambut gimbal tetapi hadir membawakan lagu-lagu ciptaannya.

Salah satu anak berambut gimbal yang mengikuti prosesi pemotongan rambut gimbal

Pada tahun ini, ada sepuluh anak yang dipotong rambut gimbalnya dengan usia yang berbeda tetapi semuanya berjenis kelamin perempuan. Permintaan yang diinginkan pun berbeda-beda, membuat para hadirin tertawa atas permintaan yang diajukan, berikut beberapa permintaan yang diajukan oleh anak berambut gimbal tersembut :

  1. Giliran pertama yaitu anak perempuan berusia 3 tahun yang dipotong rambut gimbalnya, ia meminta permintaan 2 buah.
  2. Giliran kedua yaitu anak perempuan berusia 6 tahun yang dipotong rambut gimbalnya, ia meminta permintaan Ipad Air 16 GB.
  3. Giliran ketiga yaitu anak perempuan berusia 4 tahun yang dipotong rambut gimbalnya, ia meminta ikan lele hidup.
  4. Giliran keempat yaitu anak perempuan berusia 7 tahun yang dipotong rambut gimbalnya, ia meminta permintaan handphone, baju muslimah, sepeda dan boneka.


Prosesi pemotongan rambut anak gimbal


Salah satu permintaan anak berambut gimbal yang telah selesai melaksanakan pemotongan

Permintaan yang beragam dan unik ketika pembawa acara menyebutkan membuat para hadirin tertawa pada saat prosesi pemotongan, Gubernur Jawa Tengah dipersilahkan untuk memotong rambut anak gimbal no urut dua serta semua anak berambut gimbal yang potong tersebut diberi hadiah berupa uang di dalam amplop.

Setelah mengikuti prosesi pemotongan rambut gimbal kami peserta Dieng Culture Festival dari Amabel Travel bergegas kembali ke Home Stay untuk bersiap-siap pulang ke rumah, suasana pengunjung yang ramai sehingga jalan menjadi macet sehingga kami baru bisa keluar dari daerah Dieng menjelang maghrib. Alhamdulillah, tiba di titik kumpul pertama yaitu Plaza Semanggi pada pukul 04.08 WIB dengan selamat dan berwajah lelah 😅

Beberapa dokumentasi foto bersama peserta Dieng Culture Festival 2018 dari Amabel Travel :


Dokumentasi foto di Candi Arjuna


Dokumentasi foto di Kawah Sikidang


Dokumentasi foto dengan beberapa pemain usai pertunjukan seni

Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Amabel Travel karena telah memilih dan mengizinkan saya untuk menang dalam perlombaan kontes blog yang telah diselenggarakan sehingga bisa mengikut sertakan diri dalam kegiatan Dieng Culture Festival ke-9 tahun 2018 ini. Saya berdoa semoga Amabel Travel makin luas jangkauan destinasi wisatanya serta semakin baik kualitas perusahaan dan kuantitas peserta travel. InsyaAllah saya akan tetap membantu Amabel Travel dengan mensyiarkan iklan atau promosi yang sedang diadakan melalui media sosial saya, dan jika Amabel Travel membutuhkan bantuan insyaAllah saya siap dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki.

Ingin melihat dokumentasi lainnya? Yuk klik dibawah ini !

 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me