Indonesia saat ini memiliki orang-orang unggul yang berkompeten di dalam bidangnya masing-masing. Hasil usaha belajar ketika mereka mengemban status penjadi pelajar Indonesia sangat diproduktifkan setiap harinya. Sebut saja salah satu tokoh unggul ialah Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, seorang warga negara Indonesia yang memberikan dedikasi kepada bangsa dan negara. Beliau pernah menjadi Presiden ke-3 Indonesia, seorang yang mempunyai intelektual yang sangat tinggi dapat berbagi dan mendedikasikan ke negara Indonesia. Teringat dengan ucapan beliau yaitu,

“Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain, tetapi memandang keluar bersama ke arah yang sama” Cintailah bangsa Indonesia maka apapun akan ditaruhkan demi bangsa tercinta ini.

Indonesia masih mempunyai tugas dan peranan yang tidak akan selesai sampai kapanpun, sebab persaingan yang terus menerus seharusnya Indonesia dapat mempertahankan hal yang sudah baik dan tetap menjaganya. Oleh karenanya peranan generasi bangsa Indonesia harus ada dan dilestarikan, karena orang yang saat ini unggul dan memberikan dedikasinya kepada bangsa Indonesia itu tidak abadi. Saya percaya, bahwa saya adalah salah satu orang yang dapat membawa bangsa menuju Indonesia maju.

Persaingan kurs mata uang Indonesia dengan mata uang negara lain tiap waktunya mengalami naik turun, misal dengan mata uang Dolar Amerika Serikat. Sumber dari https://kursdollar.net/ Dolar berbanding dengan 14.505 per 20 Agustus 2018 Kurs ini akan terus berubah. Oleh karenanya perubahan menjadi harapan bangsa Indonesia yaitu turunnya kurs dollar pada mata uang rupiah, menjadikan perubahan ke arah yang lebih baik lagi semata-mata untuk kemajuan bangsa dengan pemikiran masyarakat yang unggul.

Menurut Menkeu, selama tahun 2015-2018, pertumbuhan pembiayaan APBN melalui utang justru negatif, artinya penambahan utang terus diupayakan menurun seiring dengan menguatkan penerimaan perpajakan dan penerimaan bukan pajak. Bila tahun 2015 pertumbuhan pembiayaan utang adalah 49,0% (karena pemerintah melakukan pengamanan ekonomi dari tekanan jatuhnya harga minyak dan komoditas lainnya), menurut Menkeu, tahun 2018 pertumbuhan pembiayaan utang justru menjadi negatif 9,7%.[1]

Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D – bisnis.tempo.co

“Ini karena pemerintah bersungguh-sungguh untuk terus meningkatkan kemampuan APBN yang mandiri. Ini juga bukti lain bahwa pemerintah sangat berhati-hati dalam mengelola APBN dan kebijakan utang,” tegas Menkeu.

Menkeu Sri Mulyani menekankan, APBN adalah instrumen untuk mencapai cita-cita bernegara, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur serta makin mandiri. Ia meyakinkan, komitmen dan kredibilitas pengelolan APBN ini sudah teruji oleh rekam jejak pemerintah selama ini. Karena itu, Menkeu mengajak semua pihak untuk mencerdaskan rakyat dengan politik yang berbasis informasi yang benar dan akurat.

Berita yang kutip dari http://setkab.go.id/ sangat memberikan himbauan yang ditekankan oleh Sri Mulyani, dalam menuju Indonesia maju tidak bisa jika hanya pemerintah yang bergerak untuk mensejahterakan bangsa ini akan tetapi dukungan dan dedikasi masyarakat Indonesia yang sangat diharapkan untuk bersama-sama mencerdaskan rakyat.

Generasi unggul merupakan generasi yang mampu mempertahankan nilai-nilai kebaikan dari generasi sebelumnya dan dapat memperbaiki nilai-nilai yang kurang baik serta dapat berkontribusi dengan nilai dan  aspirasi yang lebih baik. Gengsi bukanlah sifat generasi unggul, karena generasi unggul harus mampu bersaing dimanapun dan kapanpun. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh generasi unggul, karena banyak pula problematika di negeri ini seperti perekonomian, kelestarian alam, sumber daya alam dan yang lain sebagainya. Generasi unggul bukan hanya aksi yang dapat dilihat oleh panca indera, tetapi generasi unggul juga dapat melalui tulisan.

Di era modern ini banyak media yang dapat digunakan menjadi wadah tulisan tetapi justru ini menjadi problematika komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Karena media yang tersebar luas tanpa adanya penyaringan informasi sehingga banyak kesalahan pahaman yang terjadi antara pemerintah dan masyarakat, oleh karenanya Presiden Indonesia Joko Widodo telah memberi arahan pada Seminar Nasional Kehumasan Pemerintah` di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 16 April 2018[2] mengenai harapan yang diarahkan Presiden Indonesia untuk menuju Indonesia maju.


Presiden Republik Indonesia – Ir. H. Joko Widodo – republika.com

“Cara komunikasi pemerintah dan masyarakat sudah berubah  sangat cepat,  Kita tidak bisa lagi puas hanya dengan menyebar press release atau sekadar membuat konferensi pers, harus ada dialog dan kolaborasi dengan masyarakat,  untuk itu humas pemerintah harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman” – Ir. H. Joko Widodo

Komunikasi memang sangat penting, pemerintah dan masyarakat akan bercengkrama lebih dalam jika terjalinnya komunikasi. Mencermati perkembangan pola komunikasi pemerintah di era digital  telah membawa konsekuensi bahwa  petugas humas  organisasi pemerintah sesungguhnya tidak lagi tunggal, namun seluruh pegawai di organisasi pemerintah harus dapat berperan  sebagai humas bagi organisasi kerjanya. Hal ini sejalan dengan perubahan paradigma komunikasi pemrintah dimana penyampaian komunikasi pemerintah yang tunggal dan  terjadwal dalam gaya komunikasi tradisional, kini telah berubah menjadi majemuk dan anytime dengan channeling yang tidak hanya media masa mainstream, namun berkembang menjadi micro/targeted channel (youtube, blogs, instragram dll).

Implementasi kinerja pemerintah sebagai tolak ukur baik atau buruknya periode secara kelompok atau tunggal dilihat dengan melakukan evaluasi. Evaluasi adalah kegiatan untuk menilai tingkat kinerja suatu kebijakan. Evaluasi baru dapat dilakukan kalau suatu kebijakan sudah berjalan cukup waktu.[3] Menyelenggarakan evaluasi bukan hanya pada masa akhir jabatan tetapi alangkah baiknya dijadwalkan secara rutin sesuai kesepakatan bersama. Menuju Indonesia maju memang sangat tidak mudah, tetapi akan tercapai jika ada niat yang sungguh-sungguh serta perlakuan sikap agar tercapai kemajuan yang diinginkan.

Laporan Kinerja harus selalu di publikasikan ke masyarakat jika memang itu perlu, agar terhindar dari prasangka buruk beberapa orang atau kelompok. Yuk … bersama-sama kita bangun bangsa tercinta ini, khususnya para pemuda berkaum milenial. Ketahuilah bahwa kejayaan bangsa saat ini ada pada tangan para pemuda masa kini, mari melangka menuju Indonesia Maju!!!

Kalau bukan kita, siapa lagi ?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?

Kalau bukan di Indonesia, dimana lagi ?

Kalau buka problem yang belum terselesaikan, apa lagi ?

Maka, marilah bersama-sama menjadi generasi unggul untuk menuju Indonesia Maju!!!

 

[1] http://setkab.go.id/jawab-ketua-mpr-inilah-penjelasan-menteri-keuangan-mengenai-masalah-utang-pemerintah

[2] http://setkab.go.id/paradigma-baru-komunikasi-pemerintah-di-era-digital/

[3] http://setkab.go.id/pengertian-monitoring-dan-evaluasi-kebijakan-pemerintah/

#menujuindonesiamaju

Yuk Follow Akun Instagram Resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia!

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me