Fenomena Pandemi Covid-19 yang sekarang sedang terjadi membuat pemerintah mengeluarkan suatu keputusan pembatasan jarak fisik dalam berkegiatan dengan skala besar, dan juga pemerintah memberikan himbauan yang menghimbau seluruh rakyat untuk diam di rumah, guna mencegah penyebaran virus corona. Hingga beberapa kantor dan sekolah pun memberlakukan kebijakan work from home (WFH)termasuk kampusku UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sudah hampir satu bulan melakukan WFH ini, sistem perkuliahan pun dilakukan secara daring. Tidak hanya itu, kegiatan organisasi pun seperti rapat atau diskusi dilakukan secara daring. Salah satu teknologi yang dipakai dan marak digunakan banyak orang saat ini untuk berkomunikasi tatap muka dengan jumlah banyak adalah Zoom.

Zoom adalah sebuah layanan konferensi video berbasiskan cloud computing. Aplikasi ini mengizinkan kamu untuk bertemu dengan orang lain secara virtual, entah itu dengan panggilan video, suara, atau keduanya. Menariknya, semua percakapan via Zoom bisa direkam untuk dilihat lagi nantinya.

Pengguna zoom pun semakin bertambah hingga pemiliknya yaitu Eric Yuan bertambah penghasilan sampai puluhan triliun. Tapi ada sorotan terkini pada zoom yaitu memiliki beberapa masalah keamanan dan privasi. Diantaranya soal bocornya beberapa data pengguna dan kehadiran peserta tak diundang yang membajak dan menyusup ke rapat daring untuk menebar ujaran kebencian, pornografi dan hal-hal buruk lainnya. Bocornya beberapa data pengguna oleh peretas tersebut untuk diperjualkan melalui di dark web dan form hacker yang imbasnya nanti kepada pengguna zoom seperti data pribadinya diretas, hingga kemungkinan uang bisa raib karena memiliki aplikasi Mobile Bangking di smartphonenya.

Kehati-hatian harus selalu diutamakan, selektif dalam menggunakan aplikasi pun harus kita lakukan. Memang zoom saat ini sangat membantu sekali dalam aktifitas selama di rumah pada masa pandemi covid-19 ini, tetapi jika akhirnya berdampak negatif kepada pengguna itu yang jangan sampai terjadi. Memang tidak ada aplikasi yang menjamin pengamanannya baik tapi banyak pihak pengelola yang berusaha agar aplikasinya aman dan terjamin, oleh karenanya sering kita melakukan update aplikasi karena tujuannya untuk itu, mendapat pembaharuan dari sistem terkini.

Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia pernah memberikan pernyataan,

Kami juga ada lagi aplikasi video telekonferensi sendiri untuk digunakan di lingkungan pemerintah. Kominfo lagi menjajaki. Nanti kami akan update perkembangannya, Zoom ala Kominfo,” ujar Johnny dalam rapat kerja dengan Komisi I pada Selasa (7/4/2020)

Semoga ada karya anak bangsa yang serupa dengan aplikasi zoom. Sehingga kita bisa mendukung dengan cara memakainya, apalagi dengan kondisi yang beraktifias di rumah pada masa pandemi covid-19 ini. Bagi anda yang sudah menginstall aplikasi zoom dan membuat akun, saya sarankan untuk segera hapus akun dan lakukan uninstall.

Berikut cara hapus akun zoom permanen :

  1. Log in ke akun zoom, klik di sini
  2. Pilih menu admin yang berada di sidebar kiri
  3. Pilih Account Management lalu pilih Account Profile
  4. Pilih Terminate My Account, lalu pilih opsi yes/ok

Jika ada pembaharuan dan informasi bahwa zoom sudah memberi pengamanan yang kuat mungkin anda bisa membuat akunnya kembali.

Tetapi bagi kalian yang ingin tetap menggunakan aplikasi zoom, mohon untuk diperhatikan hal- hal berikut ini

  • Pastikan Menggunakan Aplikasi Terbaru
    Gunakan aplikasi Zoom versi terbaru agar mendapat pembaruan terutama untuk fitur terkini dan keamanan.
  • Jangan Sembarangan Membagi Tautan Masuk Ruang Zoom
    Bagikan tautan rapat, termasuk ID dan kata sandi (password) hanya kepada orang-orang yang akan mengikuti pertemuan. Hindari membagikan tautan tersebut untuk umum.
  • Aktifkan Fitur Ruang Tunggu (Waiting Room)
    Administrator rapat sebaiknnya menyalakan fitur ruang tunggu waiting room ketika ada peserta rapat yang masuk. Setelah login Zoom dengan memasukkan ID dan kata sandi, peserta akan masuk ke waiting room, menunggu diizinkan masuk oleh administrator.
  • Aktifkan Fitur Lock Meeting
    Batasi jumlah peserta yang akan ikut rapat tersebut. Jika semua peserta sudah hadir, kunci dengan fitur lock meeting sehingga tidak ada lagi yang bisa bergabung dengan rapat tersebut.

Semoga kita semua dilindungi dari segala malapetaka, tetap berhati-hati dan waspada pada teknologi saat ini. Hidup memang semakin mudah karena dibantu oleh teknologi, tetapi kita pun harus selektif dalam menggunakannya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *