Nama lengkap al-Baghawi adalah Abu Muhammad al-Husain bin  Mas’ud bin Muhammad bin al-Farra’ al-Baghawi asy-Syafi’i. Seorang fakih madzhab Syafi’i, ahli hadits dan mufassir. Dikenal dengan nama Abu al-Farra’ dikaenakan dalam sehari-harinya ia penjual kulit, dan dijuluki sebagai Muhyi al-Sunnah (orang yang menghidupkan sunnah) dan Rukn al-Din (pondasi agama).  Al-Baghawi lahir di Baghsyur sebuah kota kecil yang terletak antara Harah, Moro, dan ar-Ruz dari kota Khurasan. Al-Baghawi lahir pada tahun 438H/1046 M, dan wafat pada syawal 516 H/1122 M di Moro Ruz.

Nama tafsir al-Baghawi adalah Ma’alim al-Tanzil dan lebih dikenal dengan tafsir al-Baghawi, tafsir ini terdiri dari 4 jilid. Tafsir ini mulai ditulis pada tahun 464 H. Diterbitkan pertama kali oleh penerbit Hijriyah Bombay, India pada tahun 1295 H, bersamaan dengan tafsir Ibn Katsir. Disusul dengan penerbitan kedua pada tahun 1296 H. Lalu pada tahun 1331 H, diterbitkan oleh penerbit al-Istiqamah.

Tafsir ini adalah salah satu tafsir yang paling baik, paling mudah dipahami, jauh dari kerumitan, tidak berpanjang lebar, serta tidak banyak menyebutkan pembahasan tentang bahasa, nahwu dan fiqih. Di dalamnya, al-Baghawi mengumpulkan antara riwayat yang shahih dan yang dha’if, serta banyak menyebutkan isra’iliyat sebagaimana sumbernya tafsir al-Tsa’labi. Ibn Taimiyah berkata “ Tafsir al-Baghawi adalah ringkasan dari tafsir al-Tsa’labi, akan tetapi al-Baghawi menjaga tafsirnya dari hadits-hadits palsu dan pendapat-pendapat yang di ada-adakan (bid’ah).

Adapun latar belakang penulisannya telah dijelaskan sendiri oleh al-Baghawi:

“Berangkat dari banyaknya permintaan dari sahabat-sahabat saya, agar saya mau menulis sebuah kitab tafsir yang mampu menyingkap nilai-nilai al-Quran, lalu dengan senantiasa mengharap bimbingan dan anugerah-Nya, saya penuhi permintaan mereka. Sekaligus sebagai perwujudan dari wasiat umum Rasulullah SAW, juga mengikuti langkah-langkah para ulama sebelumnya, agar membukukan ilmu yang bisa diwarisi oleh generasi setelahnya. Inilah awal dari tujuan penyusunan kitab tafsir ini. Namun, sebagai konsekuensi dari perkembangan zaman dan peradaban manusia, banyak bermunculan hal-hal baru yang tidak ada pada masa-masa sebelumnya yang perlu memperoleh jawaban dari al-Qur’an, sehingga banyak bermunculan kitab-kitab tafsir yang sangat panjang. Padahal di kalangan umat Islam banyak yang menginginkan tafsir singkat dan padat. Maka, saya susun kitab tafsir ini dengan bentuk yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Semoga kitab tafsir ini bermanfaat bagi pembacanya”.

Sebelum melakukan penafsiran, al-Baghawi melakukan kajian terhadap tiga hal yang berkaitan dengan konteks Al-Qur´an yang dibaginya menjadi 3 fashal, di mana dalam setiap fashal al-Baghawi memberikan penjelasan dengan cara memasukkan jalur periwayatan secara per fashal, yaitu:

  1. فصل في فضائل القرآن وتعليمه (bab keutamaan Al-Qur’an dan mempelajarinya)
  2. فصل في فضائل تلاوة القرآن (Bab tentang keutamaan membaca Al-Qur’an )
  3. فصل في وعيد من قال في القرآن برأيه من غير علم (Bab tentang ancaman bagi orang yang menafsirkan Al-Qur’an dengan ra’yu nya tanpa sebuah ilmu)

 

Silahkan download melalui link dibawah ini

WhatsApp chat WhatsApp Me