Tafsir Sunda Nurul Bajan - Fakhroyy

Tafsir Nurul Bajan ini ditulis dengan ejaan lama, penulisan tafsir ini belum terselesaikan dan hanya sampai pada juz ke tiga saja, lebih tepatnya sampai Q.S. Ali Imran ayat 91. Pola nya untuk setiap satu juz satu jilid. Sistematika penyajiannya, pertama adalah diawali dengan mencamtumkan teks ayat berbahasa Arab, kemudian pada setiap  ayat ditafsirkan dengan cara diterjemah perkata, kemudian tulisan ayat dalam transliterasi latin, diikuti terjemah ayat keseluruhan dan diakhiri dengan uraian penafsiran. Secara umum penafsirannya berisi prinsip-prinsip umum ayat, juga penjelasan tentang masalah tertentu yang dibicarakan teks dengan sesekali merujuk kepada hadist-hadist shahih, pendapat ahli tafsir baik itu klasik ataupun modern dan dijelaskan mengapa masalah yang diangkat itu begitu penting untuk dibahas. Untuk satu ayatnya dijelaskan bisa rata-rata menghabiskan dua samapai tiga halaman.

Sumber yang digunakan K.H Muhammad Romli dalam Tafsir Nurul Bayan ini diantaranya tafsir Arab seperti al-Manar, al-Maraghi, Fathul Qadir, Al-Baidawi, Madarik al-Tanzil, Lubab al-Ta’wil, al-Thabari, dan lainnya. Termasuk beberapa sumber tulisan berbahasa Inggris dan Belanda. Dan hanya ada dua sumber berbahasa Indonesia, yakni Tafsir al-Qur’anul-Karim karya H.A Halim Hasan, Zainal Arifin, Abbas dan Abdurrohim Haitami dan Tafsir Qur’an Karim karya Mahmud Yunus.

Corak Penafsiran yang digunakan K.H Muhammad Romli dalam kitab tafsir Nurul Bayan yaitu adab al-Ijtima’i yaitu tafsir dengan penjelasan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Kecenderungan mufasir dalam menafsirkan ayat sebagaimana penulisnya merupakan pembaharu Islam dan aktifis Persis. Keduanya dipengaruhi terutama oleh Muhammad Abduh, yaitu seorang mufasir dalam kitabnya yaitu Tafsir Al-Manar. Kitab Tafsir Al-Manar ditafsirkan oleh Abduh dan Ridha. Romli dan Neneng mengutip pendapatnya dan penafsirannya cenderung mengikuti tafsir Al-Manar yaitu tafsir bi al-ra’yi  (tafsir dengan ijtihat pemikiran) dengan menggunakan metode tahlili (penafsiran dengan mengikuti urutan tertib mushaf).

Download Kitab Tafsir Nurul Bajan di Bawah Ini