Sebagai rasa hormat kepada Raden Ajeng Kartini, Departemen Keperempunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir Kabinet Visoner Periode 2020/2021 mengadakan sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat untuk kaum milenial berupa perlombaan cipta puisi dan poster + caption lalu acara puncak ini ditutup dengan diskusi daring melalui media whatsapp group dengan tema The Power of Women – Menjadi Perempuan Cerdas, Berdaya dan Berbahagia. Sebelum melanjutkan membaca, sila ditonton video pengantar diskusi dan download materi di bawah ini.


Download Materi Diskusi The Power of Women


Power memiliki arti kekuatan, kekuasaan dan keberdayaan. Pengertian yang luas dimiliki oleh kata power, sehingga bisa saja berubah makna tergantung pemakaian kata tersebut. Ada pula yang mengartikan power dengan arti knowladge, seperti yang dikatakan Francis Bacon pada abad ke-17. Menurutnya pada saat seorang memiliki pengetahuan lebih banyak, dalam hal ini pengetahuan ilmu pasti/teknologi maka ia akan menguasai dunia.

Dr. Neng Hanna, M.Ag mengartikan kata power dengan makna dimanapun kita hidup dan berelasi dengan manusia yang lain, akan selalu ada kontestasi kekuasaan. Tidak ada dua orang yang berelasi pasti akan ada yang lebih dominan dibanding yang lain.

Berikut kata istilah lain dalam penggunaan kata power :

  • Power Over : Kekuatan untuk menguasai yang sifatnya dapat menjadikan yang lemah semakin lemah (Top Down)
  • Visible Power : Aktor sebagai penentu kebijakan. Seperti di pemerintahan ada presiden, menteri dll. Ataupun di kampus ada Rektor, Dekan, dll.
  • Hidden Power : Bukan aktor penentu kebijakan tetapi sangat berpengaruh. Seperti, ulama, kyai, media, dll.
  • Invisible Power : Bukan aktor penentu kebijakan tetapi sangat menentukan perubahan. Seperti, budaya, pemahaman agama, sistem ekonomi, dll.

Dalam hal pemetaan Power Over ini bisa dijadikan bekal sebagai perempuan yang berdaya. Power Over cenderung melemahkan pihak yang lemah dan yang kuat semakin kuat, sehingga perempuan sulit sekali bila ingin maju dan memajukan peradaban. Oleh karena itu, kekuatan transformasi (Transformation Power) harus dikembangkan agar membuat pihak marginal dapat berdaya.

Dimana pun dan siapa pun yang lemah harus dikuatkan, khususnya menguatkan pengertahuan dan harga diri (Power In). Setelah itu, maka gabungkan dan lakukan kekuatan secara bersama (Power With) bukan perindividu (One Man Show). Dengan seperti ini, maka kekuatan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dengan kolaborasi (Power For). Lalu yang terakhir, perempuan merasa berhasil bila ia berhasil memajukan orang lain, karena strategi perempuan berdaya adalah untuk selalu bekerja sama dan melibatkan orang lain (Power With In).

Perempuan berdaya adalah perempuan yang sudah selesai urusan dirinya dan melakukan hal bermanfaat bagi orang lain, khususnya untuk mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan kemanusiaan.

Dalam proses kebahagian perlu adanya konsep, bahagia tanpa syarat. Tanamkanlah pada diri kita untuk menjadi bahagia bukan dengan jika tetapi dengan meskipun.

Bukan
Saya bahagia jika …
Tetapi
Saya bahagia meskipun …

Mengapa demikian? Karena bahagia adalah soal pilihan pikiran dan hati. Kebahagiaan tak akan berkurang meski mungkin dalam ukuran orang lain apa yang dihadapinya jauh dari standar yang layak. Jika ada seseorang yang menggunakan konep “Saya bahagia jika …” maka bisa dipastikan sampai kapanpun kebahagiaan tak akan datang pada dirinya.

Selengkapnya untuk melihat diskusi daring yang dilaksanakan melalui media whatsapp group, bisa klik di sini.

View this post on Instagram

[Diskusi Online] Dewasa ini perempuan semakin diperlukan dalam pembangunan bangsa. Hampir setiap bidang kehidupan, perempuan sudah dapat merambah dan menancapkan eksistensinya. Namun di lain pihak masih banyak perempuan yang bingung dengan hidupnya, belum menyadari potensi dan peluang-peluang yang dimilikinya untuk berkontribusi dalam membangun peradaban. Aduuh, sangat disayangkan bukan? Eittss, jangan khawatir, masih dalam rangka memperingati Kartini's Day, kami dari Dept. Keperempuanan HMJ-IAT punya kabar gembira untuk yang #dirumahaja Diskusi Online khusus AKHWAT UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan tema "The Power Of Women (Menjadikan Perempuan Yang Cerdas, Berdaya dan Berbahagia)", tentunya dengan seorang pemateri hebat dan inspiratif, juga ditemani dengan moderator yang tidak kalah kece. Kuyy buruan daftar!! Link pendaftaran : bit.ly/DiskusiOnlineKartinisDay CP : 085722845736 (Romlah Ayu) #DeptKeperempuanan #hmjiat20/21 #kabinetvisioner #breakthelimits @semafu_uin @demafu_uinsgd @infouinsgd

A post shared by HMJ Ilmu Alquran & Tafsir (@hmj_iat_uinbdg) on


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *