Akhir-akhir ini media sosial sering diramaikan oleh berbagai macam aktifitas, mulai dari berita-berita hoax, kabar tentang pilkada, kabar tentang seleb-seleb yang umbar aktifitas kesehariannya, ataupun kabar-kabar tentang dakwah-dakwah dari para penceramah kondang.

Sedikit menyoroti fenomena bersosial media saat ini, media sosial bisa menjadi bermanfaat, dimanfaatkan ataupun memanfaatkan bagi kalangan tertentu. Bermanfaat sekali bagi mereka yang senantiasa berjualan barang-barang tertentu di media sosial. Dan sangat bermanfaat pula bagi para penceramah untuk bisa menyampaikan Ilmu-ilmunya tentang agama melalui media sosial.

Terkait bersosial media yang baik dan sesuai zamannya saat ini, baik pemerintah ataupun lembaga keagaaman sudah mengeluarkan berbagai macam surat edaran ataupun berbau undang-undang untuk mencegah hal-hal yang bersifat negativ ataupun pergerakan masif bagi golongan tertentu untuk melakukan hal-hal tak diinginkan.

Sunnah Zaman Now

Media yang digunakan pada saat ini hampir ialah teknologi komunikasi, sarana yang sangat baik untuk mereka para pelaku dakwah untuk mengislamkan manusia yang belum muslim, atau pun menjadikan dan mengingatkan para muslim atas apa saja kewajibannya.

Dewasa ini para pendakwah sudah sangat banyak menggunakan media teknologi komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan moralnya, baik melalui instagram, facebook, atau pun youtube. Jika mampu membuat masyarakat tertegun dengan kajiannya maka barang tentu apa yang sudah diunggah melalui media tadi akan menjadi viral dan ramai diperbincangkan.
Banyak dari kalngan penceramah mengangkat istilah Sunnah. Sunnah yang dismpaikan bermacam-macam dan bervariasi, entah berafiliasi kerah sunnah yang mana. Penggunaan istilah sunnah ini pun sudah menjadi tren dakwah saat ini.

Dari banyaknya para penceramah yang menggunakan istilah sunnah, penulis hanya ingin mengomentari beberapa saja tentang sunnah, dan berafiliasi sunnah ini kepada apa yang disampaikan Rasullullah dan menjadi pedoman ummat islam yaitu sunnah dalam artian hadist. Dalam tulisan ini penulis tak ingin mengulik ataupun mengupas istilah hadits dari berbagaimacam sudut pandang, hanya ingin mengutarakan apa yang ada dengan keadaan sekarang.

Eksplorasi Sunnah

Media teknologi komunikasi, sekarang hampir menjadi sarana berbagi informasi dengan berbagai model, bisa mengenakan gambar, literasi ataupun visual audio dan video.

Ada sebuah hadits berkenaan tentang anjuran berolahraga bagi para muslimin. “Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah” (Riwayat Sahih Bukhari/Muslim).

Hadits ini pun menjadi buming dan viral lantaran salah seorang penceramah mengunggahnya ke media dan memberikan keterangan tentang sunnah yang ia lakukan. Dampak positif dari apa yang disampaikan sang penceramah ini ialah banyaknya para netizen yang merespon baik dan mengikuti tingkah sang penceramah dan mengikuti dengan mengunggahnya pula di media sosial pribadi.

Apa yang dilakukan oleh netizen jika diiringi dengan niat untuk menghidupkan sunnah tersebut berdampak positif, karena tentu kalam profetik ini mempunya misteri faedah yang ada didalamnya. Dampak positif dari berbagai sisi sangat banyak jika menerapkan anjuran Nabi tentang hal di atas, hanya saja mengapa penceramah tersebut tak mampu mengeksplore lebih jauh tentang anjuran tadi dan sesuai dengan zaman sekarang.

Juno, salah satu pesawat ulang alik yang mengintak planet Jupiter diciptakan NASA untuk mencari data kebenaran dan kepentingan ilmu pengetahuan. Ruilgun punya AS yang mampu melontarkan peluru dengan kapasitas yang banyak dan jarak yang sangat jauh yaitu 2,4 KM. Jialong kapal selam asal China yang mampu menyelam kedalam 21.000 meter kearah laut untuk mencari tentang misteri bawah laut yang belum banyak terkuak. Semua contoh diatas adalah hasil dari buah pemikiran manusia yang mengeksplore pengetahuan untuk umat manusia nantinya.

Sudah saatnya kalam-kalam supra-rasional yang disampaikan oleh Muhammad bukan saja dijalankan secara lahiriahnya saja, tapi bisa lebih dikeluarkan makna-makna tersirat yang mampu menjadi sebuah pembaharuan bagi ilmu pengetahuan, untuk memenuhi dan bersaing dalam dunia modern saat ini, yang mana hampir dalam pembaharuan ilmu pengetahuan berasal dari golongan non muslim. Muslim yang mampu mengeksplor hal-hal tersebut lebih dalam tentu akan menjadikan Islam semakin jaya pada saat ini, jika kita hanya mengamalkan luarnya saja tentu kita sudah sangat jauh tertinggal dengan mereka yang bukan dari muslim. Kenapa kita tak pernah berpikir untuk bisa membuat tol dari darat ke angkasa tanpa harus menaiki pesawat? Mungkin saja itu semua bisa terkuak dan terjadi jika kita mampu mendalami hadits atau pun ayat kauniyah. Jika kita mampu mengamalkan sunnah-sunnah tentu kita harus iringi pula dengan merenunginya dan mencari hal-hal tersirat di dalamnya.

Wallahu a’lam bi showab.

 

Andhika Rama&’s author of article.

Kategori: Artikel

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat WhatsApp Me