Dalam Kamus Besar Berbahasa Indonesia kata tradisi memiliki arti yaitu adat kebiasaan turun-temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan dalam masyarakat. Tradisi bisa disebut sebuah reflek kehidupan yang dilakukan tanpa adanya paksaan dan tindakan keras lainnya, dengan adanya tradisi menjadi salah satu identitas yang melekat pada dirinya.

Belum lama ini muncul mengenai tradisi minimalisme, yang dimana pada tradisi ini lebih mengedepankan sifat kesederhanaan dalam hidup. Menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat boros adalah tujuan dari tradisi tersebut. Apakah anda pernah mendengar tradisi minimalisme sebelumnya? Jika belum, yuk lanjut lagi bacanya!

Saya selaku mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri Islam di kota Bandung sangat merasa cocok dengan kehadiran tradisi minimalisme. Dengan hidup hemat saya, saya bisa lebih mengatur keuangan untuk kebutuhan hidup. Banyak sekali yang bisa lakukan dengan mengikuti tradisi minimalisme, diantaranya adalah :

  1. Menabung
  2. Berinvestasi 

Dua hal tersebut sudah saya lakukan dengan menjadikan diri saya dalam hidup yang sederhana, mengutip dari situs https://www.moneysmart.id/ salah satu investasi yang populer adalah berinvestasi dengan Emas Batangan.

Emas batangan atau investasi emas merupakan salah satu investasi yang menjadi pilihan banyak orang. Mulai dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga sangat tertarik terjun ke jenis investasi yang satu ini. Ditambah lagi lewat program Tabungan Emas besutan Pegadaian, membuat banyak orang semakin tertarik buat mengalokasikan uangnya ke investasi emas. Selain gampang dan murah. Investasi emas itu juga memiliki risiko yang kecil lho. Pasalnya investasi emas itu dapat bertahan dari terjangan inflasi.

Inventasi emas jarang sekali mengalami kerugian, karena seiringnya waktu yang terus melaju harga emas semakin mahal, sehingga jika kita ingin menukarkan kembali ke uang maka mendapatkan keuntungan dari awal pembelian emas tersebut. Menarik bukan? Yuk segera berinvestasi mulai saat ini!

Selain menjadi mahasiswa saya menjadi salah satu guru di salah satu yayasan di kota Bandung, mengisi kekosongan dari dunia perkuliahan agar waktu muda saya lebih produktif maka saya mencoba menjadi guru, walaupun kerja ini sering disebut part time tetapi tidak menjadikan gengsi buruk kepada diri saya.

Bagi saya setiap manusia adalah guru, baik itu guru untuk dirinya sendiri atau guru untuk orang lain. Saya mengetahui bahwa honor menjadi guru part time tidakkah banyak, saya pernah membaca salah satu artikel di situs yang sama yaitu https://www.moneysmart.id/ bahwa Indonesia tidak termasuk ke dalam salah satu dari 5 negara yang berani memberikan gaji atau honor kepada guru hingga ratusan juta, penasaran kira-kira 5 negara tersebut apa saja? Klik disini untuk mengetahuinya.

Di era zaman modern saat ini segala kebutuhan sudah sangat praktis, dengan bantuan teknologi yang semakin canggih membuat hidup semakin mudah karena pemanfaatannya, tetapi bagi kaum milenial terkadang masih susah dalam mengatur keuangan. Berikut tips mengatur keuangan :

  1. Membuat budget harian, mingguan atau bulanan.
  2. Berhemat dalam urusan makanan dan fashion
  3. Memanfaatkan diskon dan promo yang ada
  4. Mencari penghasilan tambahan
  5. Menabung dan berinvestasi

Berbicara tentang hobi, saya memiliki hobi kuliner dan travelling dengan menggunakan uang honor yang di dapat dan uang beasiswa dari Kemendikbud ketika weekend atau liburan semester pasti menjadwalkan untuk merehatkan badan dan pikiran dari segala tugas perkuliahan. 

Rumah saya berada di Bogor dan ternyata makanan kuliner yang saya sukai termasuk ke dalam daftar 11 makanan kuliner terenak di Bogor versi https://www.moneysmart.id/ 2 diantara yang paling saya sukai yaitu :

  1. Roti Unyil

    Sesuai namanya, Roti Unyil Venus Bakery memiliki ukuran yang mungil. Di Bogor, Roti Unyil Venus Bakery bisa kamu temukan dengan mudah di berbagai toko oleh-oleh.

    Ada banyak pilihan rasa yang bisa kamu campur dalam satu kardus kemasan, mulai dari yang manis seperti cokelat, pisang keju, nanas, srikaya, susu, dan vla, hingga yang asin seperti sosis, abon, sosis keju, dan daging asap.

    Roti unyil dengan vla dan topping butiran jagung biasanya menjadi favorit pengunjung.

    Namun, bagi yang ingin mendapatkan pilihan lebih banyak kamu bisa langsung datang ke toko pusatnya di Ruko V-Point, Jalan Pajajaran No 1.

  2. Asinan

    Kuliner lainnya yang terkenal di Bogor adalah asinan. Nah, salah satu asinan legendaris di Bogor ialah Gedung Dalam yang toko pertamanya berlokasi di kawasan bersejarah, khususnya di kalangan etnis Tionghoa.

    Pada awal berdirinya (tahun 1875), Gedung Dalam digunakan untuk menampung orang-orang Tionghoa yang memiliki marga Tan. Lalu, memasuki era 1970, gedung yang berada di Jalan Siliwangi No 27, Bogor Timur ini mulai dikenal sebagai pusat jajan asinan.

    Ada dua jenis asinan yang bisa kamu cicip di Asinan Gedung Dalam, yaitu asinan sayur dan buah. Asinan sayur berisi mentimun, kol, wortel, dan taoge, sedangkan asinan buah terdiri dari nanas, bengkuang, pepaya, dan ubi.  

    Buat kamu yang ingin membeli asinan di tempat makan ini, datang mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB.

Sudah cukup paham ya mengenai tradisi minimalisme? pada intinya tradisi ini mengajarkan kita untuk lebih hidup sederhana dengan menghindari sifat boros, oh iya saya teringat dengan salah satu perkataan mantan Presiden Republik Indonesia yaitu Bapak Soeharto, beliau berkata bahwa

Seseorang harus menjaga kebaikannya. Karena itu adalah investasi yang baik bagi kehidupan.

Mari kita bermuhasabah diri sudah sampai mana kebaikan yang kita perbuat untuk diri sendiri dan untuk orang lain, mari kita bersama saling menjaga investasi kebaikan karena itu adalah sebenar-benarnya investasi bagi kehidupan.

Yuk follow akun instagram MoneySmart!

#CerdasDenganUangmu


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

WhatsApp WhatsApp Me